Saturday, 25 October 2014

Dear, Papi Fadhilah Rizal

Dear, Papi.

Papi aku mau ngajakin papi ngobrol nih. Sedikit mengingat masa lalu boleh dong pi. Plis papi ga boleh ngatain aku susah move on yaa!! :p Papi apa kabar sih sekarang? Jauh lebih baik dari kondisi saat kita terakhir kali bertemu ya Pi? :) kita terakhir ketemu sekitaran bulan juli ya pi, yang aku berame-rame dateng ke rumahnya papi semacam penggerebekan! Haha.


Papi, aku bersyukur pernah dekat dengan papi. Aku bersyukur pernah bertukar pikiran dengan papi. Dan yang sangat aku syukuri lagi adalah karena Allah memberi aku kesempatan untuk mengenal Papi. Dikala kita OSPEK, yang kita sangat asing dan tidak saling mengenal, Allah mempersatukan kita dalam 1 team. Dulu kita pernah dalam satu ikatan rafia saat ada permainan ditengah tegangnya OSPEK. Aku dan Papi yang masih sangat sangat sangat LUGU dan LEMU. Sekarang mah Papi agak langsingan, lha aku?! PANCET T.T





Papi dan aku sama-sama dari Malang, tapi Papi ga pernah dolen ke rumahku blas. Padahal lo yo gak adoh pi. Kapan-kapan dolen lah pi, gapapa masio aku ga ada di rumah. Iku ono kucing-kucingku. Papi kan sayang kucing dan tampaknya kucing-kucingku akan menyayangimu balik. Haha. Papi sek inget gak pas awakdewe pulang bareng dari Jember ke Malang naik bus eh ternyata bus nya mogok? Ndek pasar bayeman iku lo pi. Dan akhirnya kita dipindahkan naik bus lain yang kondisinya jauh lebih mengenaskan. Untungnya kita orang yang sabar yo pi #eluselusdada #dadanesupirbus



Aku sama Papi ikut UKM yang sama, LISMA. Di LISMA ini aku jadi tau kalo ternyata suaranya papi iku wenak soro. Papi jadi vokalis “Press Begel & The Kuvet” bersama Yulia. Suaranya papi haaluus kaya jalanan tol tapi kalo nyanyi suka lupa lirik haha. Gapapa pi, sing penting gaya. Nah acara rutinnya LISMA ini ngadain DIKLAT. Ini ada beberapa foto lama waktu DIKLAT LISMA di Durjo tahun 2011 lalu Pi.







Selain aktif di organisasi, ternyata papi iki pinter juga. Udah pinter, skliinya apik. Tidak ada satupun orang seantero FKG UJ yang meragukan otak dan skill papi. Bahkan dosenpun tidak segan meminta bantuan papi. Entah otak itu diberi multivitamin apa sehingga mampu menyimpan begitu banyak ilmu yang terekam begitu baiknya dan entah tangan itu terbuat dari apa sehingga segala pekerjaan akan terselesaikan dengan level yang menakjubkan. Papi pantas untuk dipuji hal ini. tangan dan otak terbaik! Sayangnya aku belum sempet nanya papi itu pake multivitamin apa biar pintar begitu. Setidaknya untuk anakku, kalo memang untukku sudah cukup terlambat. Hehe. Bergelar mahasiswa profesi ber-skill paling kece, papi jadi sering dimintain tolong sama temen temen jadi ass-op ya pi. Sampe bosen-bosen minta nilai ass-op dulu. Hahahaa. Termasuk aku yang meminta papi jadi ass-op ku. Terima kasih papi, tanpa papi, apa jadinya aku di ruang operasi klinik bedah mulut.



Momen lain yang ngebarengin kita itu ada lagi Pi, pas baksos anak 2012. Itu baksos terkoplak yang pernah aku jalani karena operatornya didominasi angkatan 2008 yang notabene sahabat-sahabatnya aku dan semuanya menyenangkan! Papi juga seneng kan?! :)





Eh Pi, kan Papi selama ini sering aku jadiin rebutan tuh sama Sakaw dan Bosgeng. Sebenernya Papi milih siapa sih? Milih aku dong pasti kan kecantikan cetar membahenol pi. Haha. Engga-engga pi, becanda. Tapi gapapa banget kok kalo papi mau milih aku, aku siap #sepurane #akusekngototpi hahaha

Alhamdulillah Papi bisa sumpah dokter gigi tepat waktu ya pi. Seingatku sih Januari 2014, dimana saat Papi sumpah masih baru seorang dari angkatan kita yang bisa sumpah. Betapa anda hebat sekali. Udah gitu papi masih terpilih jadi mahasiswa berprestasi. Sungguh papi ini kemaruk sekali. Semua kebaikan dipek dewe. Aku diingahi titik ngono lo piii. Hihi



Papi.
Sekalipun sekarang Papi sudah tidak bersama kami, Papi akan selalu menyediakan ruang di hati kami untuk Papi. Sahabat yang kami gadang-gadang menjadi salah satu orang besar kelak dengan kemampuannya yang luar biasa. Sahabat terbaik yang kami kenal. Tidak ada kata sesal sedikitpun mengenal Papi. kami akan selalu merindukan Papi. Selamat beristirahat. Surga Allah untukmu, Pi. Aamiin.




Friday, 17 October 2014

Selamat Jalan Papi

Innalilahi wainailaihi rojiun.



Telah berpulang ke rahmatullah sahabat tercinta FADHILAH RIZAL NUGRAHA yang akrab kita sapa dengan panggilan “PAPI” pada tanggal 14 Oktober 2014, pukul 07.30 WIB di RS Kanker Dharmais Jakarta.


Selamat jalan sahabatku tercinta. Semoga amal ibadah Papi diterima Allah dan mendapat tempat terindah di sisi Allah. Kami akan selalu merindukanmu, the best hand!



Sunday, 13 July 2014

Pemotretan Pre Sumpah Dokter Gigi (bukan Pre Wedding)


Tanggal 15 juli 2014 nanti, kami yang terdiri dari 14 orang yang sangat beruntung akan menjalani prosesi Sumpah Dokter Gigi. Tradisi dari tahun ke tahun adalah dilakukan pemotretan sebelum sumpah yang bertujuan untuk mengisi buku kenangan. Pemotretan pre-sumpah ini biasa dilakukan di RSGM Universitas Jember untuk mengabadikan momen bahwa kami dilahirkan menjadi dokter gigi dari tempat ini.

Kami mempersiapkan dengan cukup matang untuk acara pemotretan pre-sumpah ini. kami mempersiapkan kostum yang senada. Warna yang kami pilih adalah biru. Tanpa alasan. Haha. Untuk fotografer kami meminta bantuan salah satu wartawan dari radar jember, yaitu Mas Wawan. Mas Wawan memiliki kepribadian yang mudah akrab sehingga kami merasa nyaman selama proses pemotretan. Dan hasilnya ..













  

sampai berjumpa di SUMPAH DOKTER 72 !

Sunday, 15 June 2014

RANU KUMBOLO


Saya ingin berbagi sedikit cerita nih. Sayang kalo engga di posting soalnya ini cerita tentang perjalanan yang super spektakuler. Takut lupa juga sih lebih tepatnya. Ingatan saya yang semacam ikan koki ini agak engga bagus menyimpan kisah seru semacam yang akan saya ceritakan ini.

Akhirnya saya pergi ke RANU KUMBOLO dong. Tempat yang menurut prediksi saya tidak mungkin saya datangi ternyata bisa juga saya jamah. Ini luar biasa. Luar biasa bikin remuk maksutnya. Hehe. Perjalanan ini tidak akan terjadi tanpa adanya pihak-pihak gila yang menjadi anggota RAKUM HORE ini, Ulin, Gattadah, Bob, Rosita, Pak Pik, Dhani, Faiz, Jane, Ririh, Samid, Wilda, Dila, dan Mas Wisnu yang mendukung penuh terjadinya perjalanan sengklek ini. hey RAKUM HORE, I heart You sooo much #kecupklomoh #kemudiangumoh

“Ulin, anterin aku ke ranu kumbolo sebelum aku lulus!”
“Oke Mak!”

Berbekal dialog itulah saya menagih si Ulin untuk mengantarkan saya ke Ranu Kumbolo. Jauh di dalam lubuk hati saya, saya ragu. Kuat apa engga jalan sejauh gitu tanpa ngerepotin orang. Kuat sih kuat, ngerepotin orangnya ini lo yang masih menjadi tanda tanya super besar. Dan sampailah di hari yang ditunggu-tunggu, selepas saya ujian komprehensif kedua, saya bersiap untuk perjalanan idaman ini. songong banget berangkat jalan-jalan padahal hasil ujian ulangnya aja gatau lulus apa engga. Dasar Irma #merutukidirisendiri.

Semakin mendekati hari keberangkatan semakin banyak teman-teman yang ingin Peserta perjalanan kali ini ada 14 orang. Maaf, anda kurang beruntung karena sudah menjadi korban menjadi partner saya jalan-jalan. Siap siap untuk saya repoti, rengekin, dan saya titipin barang bawaan saya. Selamat menikmati! Hehe

Perjalanan kali ini cukup berbeda, pergi ke Ranu Kumbolo bukanlah seperti pergi jalan-jalan ke matos. Jangan disamakan. Jadi berpakaianlah yang pantas. Pantas untuk hawa dingin dan pantas dilihat orang sekitar. Jangan karung goni dipakai tank top. Udah dingin, gatel pula. peringatan kedua, menginap  di Ranu Kumbolo bukan seperti tidur di kamar hotel. Jangan disamakan. Jadi bawalah sleeping bag yang pas untuk ukuran badanmu. Jangan bed cover segede gaban dibawa. Belajar dari peringatan-peringatan itu saya membawa perlengkapan tempur sesuai dengan anjuran dan sesuai dengan SOP. Saya bertugas mengurusi barang sewaan semacam tenda, rantang-rantang buat masak di gunung yang saya lupa itu namanya apa, alas tidur, dan beberapa barang yang bentuknya pun saya engga tau tapi sama si Ulin disuruh nyewa. Astaga -_-“.

Ulin selaku pemimpin perjalanan ini briefing ke teman-teman dan sekaligus membagi barang bawaan kelompok masuk ke tas carrier yang mana. gila-gilaan seh si ulin nyiksa anak lelaki. Isi carrier mereka bisa sampe berpuluh-puluh kilogram. Gendeng. Kalo saya mah bisa sengklek tulang punggung. Hahaha. Lelaki malang yang tersiksa karena harus membawa berbagai macam benda di dalam carriernya adalah Gattadah si Arab Cina, Samid si bebeb medok, Faiz si manusia timur jadi-jadian, dan Dhani si Jason Mraz KW 5. Semangaaat kakak! Semoga tulang belakang kalian tidak melengkung seketika ya. Takutnya moro-moro meleot. Haha.

Tanggal 29 Mei 2014, pukul 14.00 (banyak lebihnya) kami berkumpul di kosan saya. semua barang di cek ulang sama Ulin dan barang bawaan di carrier saya banyak banget dikurangin sama Ulin, dipindah di carrier dia sama carrier Dhani. Semi kemaslahatan hidup saya katanya. Saya sungkan jadinya. Barang punya siapa, yang ngebawa siapa. Belom apa-apa udah ngerepotin. Buset. Setelah lengkap personelnya, kami semua bersiap untuk bertempur!! Bismillah.

Perjalanan Jember – Lumajang (Senduro) kami tempuh selama ± 2.5 jam. Sesampainya di Lumajang, kami menitipkan motor kami di parkiran 24 jam di pasar Senduro. Perjalanan dilanjutkan dengan menyewa mobil pick up dengan biaya sewa PP Rp. 700.000.- karena tidak memungkinkan perjalanan menggunakan motor. Perjalanan menuju kaki gunung Semeru (Ranu Pani) ini memerlukan waktu selama 1.5 jam. kenapa kok segitu mahalnya? Karena jalanan menuju Ranu Pani tidak semulus wajah Andika Kangen Band ya. Makadam membara broooo.

tempat parkir penitipan sepeda motor 24 jam

pick up super kece yang kami tumpangi


hari semakin gelap dan kami masih harus memecah hutan diatas pick up. Kebayang dinginnya kan?! Udah dasarnya saya ini seorang pemabuk, ditambah lagi cuaca yang dingin, jadilah saya muntah sejadi-jadinya. Padahal udah deket. Gatau deh kena orang apa engga itu muntahan saya. bagi yang tidak sengaja terkena muntahan saya, saya minta maaf yaa #kemudian sungkem

Setibanya di ranu pani, kami bermalam disini. Gelap gulita. Headlamp sebagai satu-satunya sumber cahaya. Dan blitz kamera juga sih. Bermalam di tempat yang terbuka tanpa ada penghalang angin adalah tindakan bunuh diri secara elegan. Sumpah ini diiingiiin banget. melalui malam ini begitu laamaaaaaaaa. Mungkin karena siksaan suhu yang berlebihan dinginnya ini ya -_-“ Ini bener-bener dingin. Kalo ada yang bilang saya lebay, sini keteknya saya kasih lombok biar hangat.

persahabatan bagai kepompong :)

para lelaki yang tangguh, tidur saling berpelukan -_-"
Tempat kami bermalam kemarin yang hanya gelap gulita kini berubah menjadi tempat yang hangat dan sangat cantik. Terima kasih Tuhan untuk matahari yang bersinar dengan teriknya.

the beautiful Ranu Pani 
3 lelaki yang bawaannya subhanallah beratnya 
Sebelum memulai perjalanan panjang menuju Ranu Kumbolo, semua peserta perjalanan di briefing oleh pengelola wisata G. Semeru. Isi carrier kami di cek satu per satu untuk memastikan kami bisa bertahan hidup di ranu kumbolo. Hal ini dilakukan karena beberapa waktu yang lalu ada pengunjung ranu kumbolo yang ingin ke ranu kumbolo tanpa membawa peralatan yang semestinya dan menggunakan sepatu yang kewanitaan. Oh mai gaatt! BHAY! Setelah pengecekan barang bawaan beres, perjalanan kami mulai. Mari melanjutkan petualangan!!

Menurut peta yang saya lihat di ruangan pengelola G. Semeru saat briefing tadi, jarak yang akan kami tempuh menuju Ranu Kumbolo adala 10.5 km yang terdiri dari 4 post peristirahatan. Sepertinya nanti akan saya rubah menjadi 1578 post peristirahatan karena saking seringnya saya berhenti untuk istirahat. Hahaha. Perjalanan kami mulai pukul 12.00 WIB dan menurut prediksi akan tiba pukul 18.00 karena di kelompok kami di dominasi oleh pemula. Dan saya pupuk bawang. 

ini ilustrasi peta menuju puncak mahameru


Kelompok kami terbagi menjadi 2 kelompok pemberangkatan. Ulin memisahkan diri karena dia menunggu dua teman gunungnya yang berasal dari Malang. jadi nanti kita berfusi di Ranu Kumbolo. Jadi kami berangkat terlebih dahulu. Maafkan kami Ulin, kami harus meninggalkanmu #bercucuranairmata #airmatakucing #minumantehmalaysia 

selamat datang perjalanan penuh PENDERITAAN :")

sang problem solver bersama team keyong 
Setelah perjalanan paaaaaaanjaaaaaaaaaaaaaaaaaang yang super duper melelahkan, akhirnya saya bisa melihat wujud sang pujaan hati, Ranu Kumbolo!!! Semakin semangat untuk berjalan kaki melanjutkan perjalanan ini walo sumpah ya, capeeek bangeeet. Ternyata walaupun Ranu Kumbolo sudah tampak di mata, ternyata dia lebih dekat dengan hati. Karena itu masih jauuuh banget tempat camp nya. Masih perlu 1 jam untuk benar-benar tiba disana. Team keyong dan sang problem solver siap untuk melanjutkan perjalanan.


camp Ranu Kumbolo nya masih super duper jauh ternyata

Semakin dekat dengan Ranu Kumbolo, jalanan semakin tidak bersahabat. Naik turunnya ga punya sopan santun. Kalo jalanannya ini ketemu saya duluan, udah saya sekolahin biar berakhlak mulia. Tanjakan dan turunan yang ekstrem membuat saya beradegan India dengan Gattadah. Saat saya berkonsentrasi di jalan turunan, Gattadah mengarahkan saya tanah mana yang harus saya pijak.

“Gets, aku injak ini yaaa?!” sambil ragu
“Iya mak! Yang yakin ya biar ga jatuh”
“aduh kayanya ini licin deh Get”
“Engga mak, coba dulu”
“oke”

Dan entahlah apa yang saya pijak, saya hampir terjerembap dan dalam posisi freeze.
“get, kayanya aku mau jatoh nih. Buruan tarik tasnya aku”
“iya mak”
 dengan cekatan Gattadah menarik tas saya. namun sayang malang tak dapat ditolak, untung tak bisa diraih.
“aduh maaak! Salah pegang”

Ternyata yang ditarik oleh Gattadah adalah cover bag saya. saat cover bag saya ditarik dan kemudian terlepas, jadilah saya gegulingan di tanah macem adegan India yang gegulingan di rerumputan. Sadis. 


pemandangan setelah gegulingan ala india

Yeah, kaki saya keseleo. Dan sisa perjalanan dilanjutkan dengan langkah kaki yang sakit keseleo plus kaki yang njarem karena ga pernah diajakin jalan jauh. Makin lamaaaa kapten!! Hahahaha. Dan Alhamduliillaaaaah saya bisa nyampe Ranu Kumbolo dengan selamat. Ranu kumbolo gelap gulita tapi ramenya bikin semangat. Tendanya pada nyala-nyala gitu. Banyak sekali tenda yang bertebaran di tepi Ranu Kumbolo. Langitnya indah banget, seindah langitnya baluran. Ini cantik. Aslik. Pemandangan semacam apa yang besok Tuhan kasih ke saya ya?

Setibanya di Ranu Kumbolo, para lelaki tangguh sibuk mendirikan tenda yang ternyata tidak semudah di you tube. Ini rumit sodara-sodara. Saya hanya bisa bantu doa sambil manasin aer buat nyeduh kopi. Haha. Dan akhirnya tenda berdiri dengan kokohnyaaa!! Yeah!! 

masak memasak dengan panci yang anak gunung sebut "nesting"

tim sapu sapu makanan dan minuman

adegan pijat urut setelah kaki sengklek keseleo disponsori oleh Bob
Saya kebagian satu tenda sama Neng Rosita, Bob, Gattadah, dan Samid. Kenapa dicampur cewek cowok?! Menurut Ulin sih biar aman. Kalo ada apa-apa tinggal bangunin aja. padahal mah ga ngefek. Si gattadah ama samid mah balapan ngorok. Malam ini di tenda kami ditemani lagu-lagunya Tulus dari hpnya Neng Rosita. Ahh, kaki saya yang keseleo sakit banget emaaaak. Mulai dateng nih ngilunya. Dan dengan so sweetnya si Neng Rosita ngegosokin kaki saya sambil diusap-usap kaya bayi sambil merem-merem. Hahaha

Alarm adzan subuh dari hp mulai rame bersahutan dan saya terbangun. Ahh kebelet pipis sama kebelet pup. Jangan harap ya disini ada toilet duduk plus semprotan airnya, yang ada mah semak-semak sama tissue basah. Ini senjata andalan. Ama kain sarung tuh buat nutupin kalo lagi beradegan. Haha. Apalah artinya hidup kami tanpa adanya tissue basah dan Sarung. Hahaha. Dan matahari mulai menyinari kami. Ranu Kumbolo mulai menggeliat kecantikannya. Kado Tuhan paling spesial.



Ranu Kumbolo

Saya tidak habis habisnya berdecak kagum dengan kecantikan Ranu Kumbolo ini ya. Subhanallah! Sambil menikmati pemandangan super duper cantik, kami semua bergelut dengan alat dapur untuk mempersiapkan sarapan. Yeay! MAKAN!!

bangun pagi dengan pemandangan super kece :")

mari mempersiapkan makanan

Alat dapur semalem yang di pake berpesta belum dicuci. Air untuk mencuci diambil dari tepi danau. Jadilah kami wanita-wanita unyu ini mengambil air yang ditampung di botol mineral. Tapi entah mengapa, sebagian besar dari kami pada engga berani nyebur danau untuk ambil air. Bukan perkara ada buaya sih, tapi karena memang duingin buanget. Akhirnya ada mas-mas yang melihat kita berdebat dan dengan sukarela mas itu ngambilin kita air. Ini yang semakin menguatkan pendapat saya bahwa “ORANG GUNUNG ITU MEMPESONA KARENA BAIKNYA”

mas gunung yang baik hati, sempga Tuhan membalas segala kebaikanmu :)

Memasak dimulai! Yang paling jago masak si Ulin tuh. Masak beras menjadi nasi setengah bertepung alias ga mateng. Hahahaha. Terus si Gattadah mengubah tempe menjadi oseng-oseng tempe yang tampaknya menawan sekali rasanya dan ternyata .. hanya indah dipandang, tidak terlalu sedap dimakan. Tapi lumayan enak sih kalo makannya di gunung (peace Gattadah!). yang super amazing ituuuuuuuu Pak Pik, temennya Ulin yang dari Malang. sumpah, bawaannya tuh anak gunung banget yang sangat mengerti medan. Dia bawa segala makanan yang instan tapi berbobot semacam spageti dengan saus pronas nya sekalian. Sedangkan bawaan kita ? sayur sop-sopan, bumbu pecel, dan itu ga ada yang terolah. Bahahahahahahahaha. Saya pengen ngakak deh kalo masalah bawaan logistik ini. soalnya yang paling banyak usulin bahan logistik itu saya! hahahaha

beberapa menu makanan yang sudah siap

adegan teflon kobong si Gattadah haha

para dokter gigi yang tetap membersihkan giginya dimanapun mereka berada
dhani si Jason Mraz KW 5
Gattadah si Arab China sang problem solver
Ulin Mars (model video klip Bruno Mars)
gaya nya foto foto padahal iku pengen selfie ! haha



Setelah selesai masak-masaknya, kami makan dengan sangat bahagia seperti manusia yang tidak diberi makan 10 hari. Haha. Perut kenyang dan hati tenang. Hari semakin siang, dengan berat hati kami harus meninggalkan Ranu Kumbolo yang berlangit indah ini. semua cerita semalam harus saya tinggalkan. Ini akan menjadi pengalaman yang super awesome buat saya. ini sejarah! Saatnya memulai perjalanan paaanjaaaaaaaaaaaaaang lagi menuju rumah #dengankakipincang #asem #akuisomlakuopoora
Packing packing

Pak Pik, Mas Wisnu dan Ulin si manusia Gunung
senam dulu sebelum packing

ranu kumbolo saat kabut :(

hore kabutnya ilang !

Hari sudah semakin sore namun perjalanan kami masih panjang. Perjalanan kami lambat karena eh karena kaki saya yang keseleo tidak bisa diajak berjalan cepat. Akhirnya si Ulin cia-cia meminta Pak Pik membawa carrier saya. saya menolak, namun si Ulin memaksa saya. lagi dan lagi saya harus membuat orang kesusahan karena saya. itu carrier tidak ringan dan Pak Pik membawa 2 carrier, di depan dan belakang tubuhnya.






Langkah kaki saya membuat teman-teman terhambat. Akhirnya Gattadah mempersilahkan yang ingin duluan untuk mendahului. Tinggalah saya, Gattadah, Bob dan Rosita di kelompok saya dan Ulin, Pak Pik dan Mas Wisnu di belakang kami. ahh Gattadah, anda mengagumkan. Tanpa support Gattadah selama perjalanan kayanya saya udah nyerah dan minta gendong porter. Support si Ulin juga menggema di udara, manggilin naman Pak Widji. Helloooo, itu bapak guweh. Hahaha. But thanks anyway my friends :)

pak pik yang udah saya siksa bawa carrier masih sempet mijitin kaki saya 

Akhirnya setelah berjalan 5.5 jam, kami tiba juga di penjemputan. Alhamdulillah ya Rob! Ini perjalanan luar binasa #luarbinasanggaraisengklek. Jangan berbahagia dulu, perjalanan belum berakhir karena kami masih harus menempuh perjalanan menuju parkiran motor dengan menumpangi Pick Up. Alhamdulillah saya dapat di bangku depan bersama Rosita. Bisa tidur pulaaaassss. Alhamdulillah.

Sampe parkiran motor kami masih harus menempuh perjalanan menuju Jember, DENGAN PERUT LAPAR. Huhu. Sedihnyaaaaa. Kok ya Alhamdulillah nya lagi, kami di jamu makan di rumah Wilda, pacarnya si Samid. Di daerah Lumajang rumahnya. Perjalanan menuju rumah Wilda menyiksa sekali rasanya. Udah laper, ngantuk baanget juga dan harus naik motor dengan carrier segede gaban di punggung. Sesampainya di rumah Wilda (45 menit perjalanan) kami semua kalap menghabiskan makanan di rumah Wilda. Nasi Goreng, Bakmi, Telor, Gurame, Es Buah, dan es krim coklat. Alhamdulillah wa syukurillah. Tim sapu-sapu si Dhani dan Faiz. Parah, sampe nasi goreng sisa, dimakan di bakulnya. Haha. Jam menunjukkan pukul 23.00 dan kami melanjutkan perjalanan menuju Jember. Dengan perut kenyang, kehidupan jauh lebih tentram. Haha.

Hey, Ranu Kumbolo.
Terimakasih untuk segala cerita yang kamu ukir di perjalanan kehidupanku.
Terimakasih untuk memberiku kesempatan menyambangimu di ke-24 tahunku dengan orang-orang yang luar biasa.
Terimakasih untuk mengenalkan aku dengan orang orang pecinta gunung yang berkepribadian super mengagumkan.
Terimakasih. 

teruntuk sahabat kami FADHILAH RIZAL NUGRAHA aka PAPI yang sedang dalam masa pengobatan :)