Hey hey hey!
Hari kamis 22 Januari 2014
kemarin, saya dan 5 teman perempuan setengah laki-laki saya bermain ke
Bondowoso. Kami mau arung jeram di Bosamba. Untuk menghilangkan sedikit stress
mikirin urusan kampus yang bikin mampus. Ini acara bepergian yang menurut saya
paling ga ruwet. Sekali deal, ketemuan, langsung berangkat deh tanpa babibu. Ga
katek ruwet blas :D
Jam 12.30 kami berangkat dari
Jember menuju ke Bondowoso. Kesiangan sih intinya. Jadinya nyampe di Bosamba
itu jam setengah 2 siang. Pake acara nyasar itu yang bikin lama. Bukan Irma
namanya kalo ga nyasar saat bepergian. Mana saya nyasarnya jauuuh lagi. Payah!
Alhamdulillah sih saya dan sinta masih bisa menemukan jalan kebenaran menuju
Bosamba. Temen-temen yang lainnya udah nungguin saya di pinggiran jalan. Pada njamur saking lamanya
nungguin saya.
Pukul 13.30 kami tiba di Bosamba.
Yeah! Sungguh tempat yang sangaaaaaat STANDAR. Dengan fasilitas yang
sangaaaaaat BIASA. Saya jadi terkesan membandingkan karena sebelumnya saya
sudah pernah arung jeram di Songa. Insting pembanding jadi muncul deh. ampun
ampun.
Datang di Bosamba kami disambut
pengelola utama Bosamba yang sudah mengobrol dengan saya via bbm semalam yang
namanya ... saya tidak tau. Hal pertama yang kami lakukan adalah NEGOSIASI
HARGA. Secara kami adalah anak kos yang SELALU pas-pasan. Negosiasi kami bisa
dibilang setengah berhasil karena kami mendapat POTONGAN HARGA! Dari harga
total yang awalnya Rp. 1.050.000 untuk 6 orang, jadi Rp. 1.000.000. lumayan. 50rb
bisa dipake untuk makan sebulan. Hahaha.
Kami dipersilahkan mengenakan
perlengkapan tempur yaitu helm, jaket pelampung, dan dayung. Kemudian kami
menerima pengarahan dari ... saya tidak tau lagi namanya. Sebut saja Supri. Mas
Supri mengarahkan mengenai aba-aba yang akan kami terima saat diatas perahu
karet. Setelah ituuuuu .. kami berjalan kaki menuju sungai tempat kamu
pengarungan. Sungai SAMPEAN BARU.
![]() |
| Pengarahan oleh Mas Supri |
![]() |
| kami siap cemplung-cemplungan di kali! |
Track yang akan kami lalui ini
panjangnya 14km. Ini akan menjadi 14km yang sangat menegangkan karena debit air
sedang besar-besarnya karena seharian kemarin hari hujan dan air masih tinggi.
Dengan dipandu 1 guide kami mulai mengarungi sungai Sampean. Bismillah.
Ternyata arus begitu besar dan
mas guide kami yang namanya .. saya tidak tau .. sebut saja Supri 2 merasa
kuwalahan. Akhirnya mas Supri 2 meminta bantuan beberapa guide yang membuat
kami ber6 terbagi menjadi 2 team. Jadi di dalam 1 perahu karet terdapat 4 guide
3 pengunjung. Malah banyakan guide nya coba?! Ada mas Supri 2, 3, 4, dan 5
diperahu saya. sungguh ini mengerikan. Pengarungan dilanjutkan!
![]() |
| entahlah air terjun apa ini namanya |
Ada kalanya sungai Sampean ini
arusnya begitu tenang dan membuat kami melongo memandang indahnya alam. Arus
yang tenang ini berbanding terbalik dengan kepribadian mas Supri ini. dengan
sangat jahil mereka menceburkan kami ke sungai. Bisa dibayangkan saya
se-histeris apa?! SAYA GA BISA BERENANG! Teriakan saya menggema dimana-mana.
padahal saya tidak mungkin tenggelam karena ada jaket pelampung. Saya memang
sering berlebihan. Haha. Ada hal yang saya anggap susah di dunia ini selain
berenang, yaitu menaikkan tubuh saya yang berukuran besar dan dalam kondisi
basah kuyup ke perahu karet. Astagfirullah, susah!
![]() |
| semua diceburin semacam ini sama mas Supri. |
Setelah setengah perjalanan kami
ditempuh, kami menepi dan dijamu dengan gorengan hangat dan teh jahe. Ahh saya
ga suka jahe. Ya sudah saya hanya melahap gorengan dan minum air putih saja.
Air putih lebih menyehatkan ketimbang teh jahe dan Krating Daeng. Kemudian
setelah puas berfoto-foto kami melanjutkan perjalanan menuju titik finish. Dan
disinilah rasanya arung jeram. Jeram-jeram penutupannya begitu sadis sodara!
Teriakan 6 perempuan ini ga ada putusnya. Serem euy!! Tapi kami sangat PUAS. :)
![]() |
| nyantai dulu di kilo meter 7 |
Akhirnya kami tiba di titik
finish setelah pengarungan selama 2 jam dan kami sudah ditunggu oleh mobil pick
up di pinggir jalan. Sayangnya pinggir jalannya jauh dari tempat finish kami.
kami harus berjalanan kaki melewati jalan menanjak yang lumayan membuat saya
susah bernafas! Sumpah, tanjakannya kagaak nahaan. Haha. Saya yang Cuma bawa
badan aja rasanya sudah remuk redam, apalagi mas Supri 2, 3, 4 dkk yang harus
nanjak sambil menggendong perahu karet yang tadi kami tumpangi?! Rasakan! Itu
karma karena sudah menceburkan saya ke sungai. Haha.
Perjalanan menaiki pick up menuju
tempat kedatangan awal kami tadi ternyata cukup JAUH. Dengan jalanan yang cukup
MENGERIKAN. Sambil jejeritan ditengah perkampungan warga kami berusaha memegang
apapun yang bisa memfixasi tubuh kami. haha. Sesampainya di tempat kedatangan,
kami buru-buru deh membersihkan badan. Karena kondisi kami basah kuyup. Dan
sayangnya kamar mandi hanya ada 2 dan itu membuat kami antri-antrian sambil
menahan pipis. Eergghhh.
Lapar mengisi relung jiwa kami,
dan nasi jagung beserta lauknya sudah siap kami santap. Wooohoooo! Kalap sekali
rasanya menyantap makanan yang sudah dipersiapkan. Antara makanan ini yang
rasanya enak atau kami yang kelaparan. Semuanya samar. Haha. Pukul 17.30 kami
meninggalkan Bosamba menuju Jember. Kondisi sangat tidak mendukung karena kami
dikepung hujan. Tidak cukup berbasah-basahan karena arung jeram, kami harus
berbasah-basahan karena air hujan. Haha






