Wednesday, 5 February 2014

Melankolis Kronis

Ahh sore ini saya lagi agak melankolis nih. Sedih aja bawaannya. Ingatan saya menari-nari ke masa lalu dimana saya masih menyandang gelar MABA. Mahasiswa yang masih baru menginjak bangku perkuliahan. Sekitar 5 tahun yang lalu dan kemudian sekarang beranjak menjadi MABA kedua, Mahasiswa Abadi.

Saya sekarang berada diposisi yang saya idam-idamkan sejak saya menginjakkan kaki disini. Saya berstatus mahasiswa yang tinggal menunggu ujian kelulusan. Semuanya sudah saya lalui, hanya satu ujian pamungkas ini yang belum.

Dahulu sewaktu masih baru masuk dan harus menjalani masa OSPEK saya sangat ingin OSPEK ini segera selesai. Di FKG UNEJ, kami menjalani OSPEK itu selama 3 bulan yang dilaksanakan setiap hari Sabtu disetiap minggunya. Jadi ada 12 kali pertemuan kira-kira. Setelah OSPEK selesai rasanya lega luar biasa, namun ada sesuatu yang sangat ingin saya ulang. Kebersamaan saya dan seluruh teman-teman. Apapun kami kerjakan bersama. Sekarang? Jangan ditanya. Kabar teman seangkatan saja belum tentu mengerti.

Dahulu sewaktu masih menjalani masa tutorial (diskusi), preklinik, dan perkuliahan saya sangat ingin sekali segera selesai. Saya iri melihat kakak tingkat yang sudah memasuki jenjang profesi dan menggunakan jas putih sambil menggandeng pasiennya. Tampak keren dan berkelas dengan sebutan DOKTER GIGI MUDA. Akhirnya dengan semangat 45 saya mnyelesaikan masa perkuliahan saya selama 3.5 tahun tepat. Wisuda dengan nilai seadanya tapi tidak mengurangi kebahagiaan saya ketika toga nempel dibadan saya. Tapi setelahnya, saya merindukan ketika saya kuliah, duduk dibangku belakang sambil mendengarkan lagu dari henpon saya. Bercanda dengan teman sebelah hingga dikeluarkan dari ruang kuliah. Nongkrong-nongkrong sepulang kuliah hingga adzan magrib sebagai patokan untuk berpisah. Sekarang? Punya waktu untuk diri sendiri bersantai saja susah, apalagi mencari waktu bercanda bersama teman-teman?! SUSAH! Pada sibuk dengan segala aktivitas yg tak terbatas.

Dahulu sewaktu masih baru menginjakkan kaki di bangunan panas RSGM FKG UNEJ sebagai dokter gigi muda saya berambisi semua klinik saya lalui dengan cepat. Saya ingin segera keluar dari bangunan yang merenggut masa muda saya ini. Saya sudah jenuh dengan semuaanyaaa. Setiap hari saya lalui dengan mencari pasien kesana kemari. Saya sibuk. Namun saya masih menyempatkan untuk berjalan-jalan dengan teman-teman dekat saya yang jumlahnya cukup banyak. Berkeliaran semaunya, sejauh mungkin. Dan alhamdulillah setelah 2 tahun menjalani profesi, saya sudah merampungkan semua stase walau banyak stase yang saya ulang :p Sekarang? Saya merindukan segala kesibukan saya di klinik. Rempongnya mencari pasien hingga menjelajahi semua jalan-jalan kecil. Saya merindukan hal-hal yang terlewati kemarin.

Sebenarnya ada yang jauh lebih saya rindukan sih. Teman-teman saya. Teman-teman yang mulai jarang saya temui lagi. Teman-teman yang membuat hari-hari surem saya di FKG makin surem tapi menyenangkan. Haha. Kangen nongkrong-nongkrong dengan obrolan super gajelas hingga larut malam. Kangen deh pokonya!

Memang kangen adalah akar dari segala melankolis kronis setiap umat dimuka bumi ini.