Sunday, 7 July 2013

Jazz Gunung 2013

Hollaaa !

Alhamdulillah saya bisa dateng ke Jazz Gunung lagi untuk yang kedua kalinya. Bromo tetap dingin, tidak berkurang sedikitpun. Bromo tetap cantik, sama cantiknya seperti sebelumnya. Dan Bromo tetap menyenangkan untuk dikunjungi.

Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini saya datang tidak hanya berdua saja namun datang ber .. EMPAT! Yeah keren kan. Peningkatan yang sangat signifikan. Saya berangkat sama Bunda Yullia, Meidi daaaaaan teman tersayang yang membuat leher saya varises tahun lalu, Chandra. menepati janjinya tuh si Chandra. “Ntar kalo aku ada mobil kita bisa nonton jazz gunung naik mobilnya aku”. Dan memang ditepati.

Blue. sebenernya saya sih gatau nama mobil Chandra ini sapa.
daripada ga ada namanya yawes toh saya kasih nama :p
Tanggal 22 Juni 2013 kami berempat berangkat menuju Bromo pukul brapa saya lupa pokonya mah sarapan dulu di Bu Darum ditraktir papa Meidi, drg. Rudi. Dengan mengendarai Blue, kami berangkat menuju ke Bromo. Woohoo!

Sepanjang jalan kenangan berangkat saya semacam mabok janda karena saya engga bisa duduk miring, nah mobilnya Chandra kan bangku belakangnya miring kaya yang punya. Untung ada antangin dan Bunda Yulia yang setia memijiti punggung. Sambil nyanyi-nyanyi, cerita-cerita, becanda ga jelas, sampailah kami di kaki gunung Bromo.

Sepanjang perjalanan banyak yang menjual cabe gendut-gendut lucu seperti terong berwarna merah dan ijo. Sebagai calon petani cabe yang sukses Chandra langsung deh gatel pengen beli. Bunda tampaknya juga tertarik. Sebagai calon koki di sebuah hotel bintang tujuh yang terpercaya, Bunda dengan asik memilih cabe. Saya? sebagai calon model profesional, saya pakailah rentengan cabe sebagai kalung. Setelah membeli dua renteng cabe kami melanjutkan perjalanan.

cabe nya montok dan gundek seperti .. saya ..

Sama seperti tahun kemarin, hal pertama yang kami lakukan adalah PARKIR MOBIL. Kemudian Chandra sebagai satu-satunya lelaki harus rela antri untuk TUKAR TIKET dong. Setelah tiket sudah nempel di pergelangan tangan kami MAKAN! Sama seperti tahun lalu saya makan di warung yang sama dengan menu yang sama, rawon. Dan saya ditantang Chandra untuk pesen ES TEH di tempat sedingin Bromo. Apa ga mabok ini bocah?! Yaudah saya mah pesen-pesen aja. tapi ternyata es nya kagak ada. Yaiyalah, sapa juga mau pesen es di tempat sedingin ini. ya cuma orang sengklek.

kira-kira apa yang sedang dilakukan oleh mas-mas yang manyun-manyun gajelas itu?! haha

makan rawon ! NYAM :)
Dengan perut kenyang dan hati senang, kami menuju venue JG. Antri euy. Sambil antri ya dengan sigap kami foto-foto. Saya sih seneng-seneng aja orang di fotoin. Setelah masuk venue kami foto di tempat wajib kalo dateng ke JG. Itu tuh, yang ada backdrop nya JG. Dari 3 foto yang difotoin orang, 2 foto muka saya cengok tingkat dewa. Astaga astaga astaga.
ketemu nieken loh di antrian masuk venue
ehm, saya cantik. udah itu aja.
ini bukti otentik kami nonton Jazz Gunung 2013
Gerimis menemani pembukaan JG yang dibuka oleh MC yang tidak pernah berganti, mas butet, alit, dan gandhi. Jam 16.00 acara baru dibuka. Telat boo, 2 jam. kan di rundown acara dimulai pukul 14.00. walo telat tapi tidak menyusutkan semangat dimata kami dong. Let’s Jazz! Ehh kami menyempatkan diri sebentar untuk membeli merchandise nya JG 2013. Kami membeli sweater JG dengan warna yang berbeda. Bagus!

model dan kamera nya sama. sama-sama jelek.
Penampil pertama yaitu band Jazz Etnik dari Malang yaitu Tahez Komes. Ini beneran enak banget deh musiknya. Vokalisnya nyanyi lagu Jaranan dengan sentuhan Jazz yang kece badai. Ini yang pegang bass adek kelas saya loh! Haha. Tapi saya lupa nah nama nya -___-“ Saya mau pamer sedikit nah ya, kalo kami duduknya di bangku VIP B. itu posisinya cukup dekat dengan pengisi acaranya. Hahaha. Astagfirullah, orang riya temennya setan. Ya Allah ampun yaa. Saya emang biasa temenan sama setn kaya Chandra, tapi saya gamau dalam golongan orang yang riya’ Ya Allah...
kami duduk disini, VIP B
Tahez Komes dari Malang
Penampil berikutnya adalah kelompok musik etnik dari madura yaitu Keramat Madura. Yang diikuti penampil ketiga band dari Bali yaitu Kul-kul Band. Kalo mendengarkan musik dari Kul-kul ini berasa lagi numpang baca buku di Gramedia. Musiknya tuh sejenis musik-musik yang sering dimainin di Gramedia. Instrumental gitu. saxophone nyaaaaa .. LEGIT.. udah kaya lapis deh legitnya.

Keramat Madura
Kul-kul Band
Penampil keempat diisi oleh Ring of Fire Projectnya Djaduk Ferianto feat. Jen Hsyu dan Idang Rasyidi. Dan sesungguh saya hanya bisa terbengong-bengong melihat kemampuan orang-orang didepan saya ini. ohh Tuhan, amazing bangeeeet. Tanpa notasi tertulis meraka nge-Jam tak terkendali. Ini namanya musisi! Ehh ada kejutan, pak menteri perdagangan Gita Wirjawan yang dulu pernah duet sama Tompi hadir dibangku penonton. Sang MC langsung gatel untuk mengundang Gita Wirjawan ke panggung juga nge-jam bareng. Jarinya semacam sudah sahabatan sama piano. Enak aja gitu lari-lari diatas piano. Keren!

narsis ditengah pertunjukan :p
Ring of Fire Project feat Jen Hsyu dan Idang Rasjidi
Idang Rasjidi
Jen Hsyu
GITA WIRJAWAN *love*
Setelah dimanja sama penampilan musisi-musisi super senior ini, berikutnya kami diajak bernyanyi bersama oleh Rieka Roslan. Sebagai generasi 90-an yang masih mengenal The Groove kami pun larut dalam lagu-lagu yang dinyanyikan Rieka Roslan. Berikutnya, sebagai penampil pamungkas muncullah Barry Likumahuwa Project feat. Beni Likumahuwa. Usia semakin membuktikan kematangan dalam bermusik. Om Beni kece sekali sekalipun giginya sudah habis. Keren deh. Pukul 23.30 JG selesai. Dan kami bersama dengan ribuan penonton lainnya meninggalkan venue JG.

Rieka Roslan yang membuat kita bernostalgia dengan tembang hits nya "Dahulu"
Barry Likumahuwa Project feat. Beni Likumahuwa
Barry Likumahuwa Project
Disinilah petualangan kami dimulai. Sesampainya di parkiran dan masuk ke dalam Blue, ternyata Blue ngambek gamau nyala. Blue semacam kedinginan. Tapi saya merasa ada yang aneh karena Blue ini mau nyala tapi kalo dikendarai menuju ke arah kanan dia mati. Kalo muter-muter diparkiran dia mau. Chandra ngebenerin Blue yang lagi ngambek, saya bagian nyenterin. Tapi tanpa hasil. Waktu sudah menunjukkan pukul 00.00. dan parkiran sudah kosong hanya ada kami dan beberapa panitia yang merapikan panggung.

Akhirnya Chandra minta tolong Mas-Mas panitia buat ngedorongin mobil. Saya juga ikutan dorong boo, latian otot biseps biar kuat. Posisi Chandra ada diluar mobil sambil ikut ndorong dan tetap sambil starter mobil. Dan saya dan 2 mas-mas yang begitu baiknya mendorong dengan semangat. Nah taunya kami ndorong mobil ke jalan turunan. Jadilah Blue meluncur dengan lajunya dengan Bunda dan Meidi di dalamnya. Chandra yang berada di luar mobil mau ngebuka pintu kesusahan, karena ternyata pintu terkunci. Sambil berlari akhirnya semacam si lumba-lumba, makan dulu, Chandra lompat melalui jendela dan langsung menarik hand rem. Dan Blue menggesot dengan indahnya berjarak 2m dari bangunan tua yang sudah lama tidak dipake. Saya ngejongkok di posisi saya ngedorong terakhir tadi ban. Keadaan di dalam mobil? Histeris! Haha. Bayangin kalo rem nya gagal ditari sama si lumba-lumba, bisa mati gaya Blue nubruk bangunan tua.

Blue tetap ngambek. Akhirnya saya minta ditemani Chandra mencari jalan ke arah kiri parkiran karena setiap dibelokkan ke kanan Blue langsung mati. Kami berdua berjalan memecah gelapnya malam itu dengan ketar-ketir. Kami melewati bangunan super lama yang sudah lama tidak difungsikan. Ini mengerikan. Seperti film-film horor. Seperti syuting film Friday the 13th. Dan syukurlah kami menemukan jalan. Saya dan Chandra pun kembali ke parkiran dan kita lewat kiri parkiran. Mungkin kami satu-satunya pengunjung yang melewati jalan ini. haha.

Dan saya mendapat teman baru. Sissy. Dia menemani perjalanan pulang kami. sahabat baru kami yang menyelamatkan kami dengan menuntun saya dengan cahaya birunya berjalan menuju ke kiri parkiran. Dan akhirnya kami menemukan jalan pulang. Dengan lega, kami mengendarai Blue dengan hati suka cita dan mata ngantuk.

Kami memutuskan untuk bermalam di jalan. Di dalam Blue. Menidurkan badan yang tidak santai daritadi. Bunda dan Meidi tertidur dengan nyenyak. Chandra tertidur lebih nyenyak. Dan saya? tidak bisa tidur. Hehe. Jam 5 pagi, seingat saya saat itu, kami melanjutkan perjalanan pulang menuju Jember.

Saya, Bunda dan Chandra berjanji akan kembali kesana tahun depan, untuk Jazz Gunung 2014. Saya dengan senang hati mengiyakan. Tapi saya mau hanya bertiga. Hehe. *ngeselin ya* Semoga bener-bener bisa ada disana tahun depan. Amin. TAPI PERSONEL TETAP LOOO. Boleh personelnya nambah tapi khusus kesayangan-kesayangan saya saja. :p

Salam dari JAZZ GUNUNG 2013 :)

Bye!

No comments:

Post a Comment