Sekitar awal november tahun lalu
saya kedatangan tamu istimewa di kosan. Teman dari kosan lama saya. Namanya
RISKA tapi saya akrab dengan panggilan IIK. Jauh ya nama panggilannya?!
Gapapalah, daripada ketuker manggilnya, dulunya ada dua nama Riska di kosan
lama, jadilah 1 harus dikorbankan untuk berubah nama. Dan iik yang kudu
berubah, alhamdulillah kehidupannya jauh lebih baik setelah berubah nama. Nama
panggilan itu saya lo yang kasih, dan sampai sekarang dia akrab dengan
panggilan Iik tadi.
Perempuan kecil ini merantau ke
Jawa, jauh-jauh dari Aceh untuk jual diri. Eh engga ding, untuk kuliah di
jurusan tekhnologi hasil pertanian. Niatnya mau mengolah hasil pertanian utama
di Aceh untuk jadi keripik kaya di Malang. Keripik ganja. Dan yang lebih
inovatif lagi, dia mau bikin dodol ganja salut coklat. Mahadahsyat! Tapi dia
cocoknya jadi anak FKG, abisnya dia kenal hampir semua anak FKG angkatan saya
karena keseringan saya ajakin ikut kumpul angkatan. FKG wannabe :D
Iik sudah hampir 3 bulan pulang
kampung, tapi harus kembali ke Jawa buat ngurusin prosesi wisuda dan ngurus
segala surat-menyurat. Kuliahnya sudah selesai tapi dia ngganggur 4 bulanan lah
untuk menunggu giliran wisuda. Karena Iik udah engga ngekos, jadilah dia numpang
di kosan saya pas wisuda’an itu. hampir 1 bulan saya dan Iik hidup bersama
dalam 1 atap namun kami belum juga dikaruniai momongan. Astagfirullah.
4 tahun yang lalu, saya dan Iik
tinggal di 1 kosan yang sama, Jln. Batu Raden no. 14. Iik adalah salah satu
penghuni kosan yang paling dekat dengan saya. nyaman untuk bercerita apapun ke
Iik. Saya lebih sering menghabiskan waktu di kamar iik dibandingkan di kamar
saya sendiri. Selain karena kamarnya rapi, orangnya juga seru banget diajakin
ngobrol. Baru dapet setengah tahun, Iik memutuskan untuk pindah. Alasannya
karena ibu kos kami yang dulu itu bau badannya menggemparkan dunia. Selain itu
karena jam malam yang sangat-sangat ketat sedangkan kegiatan Iik di dominasi
kegiatan ekstra yang membutuhkan waktu ekstra pula. akhirnya Iik pindah, dan 2
tahun kemudian saya mengikuti jejak Iik. Dan jadilah kami jarang bertemu dan
berkomunikasi. Yah layaknya suami istri yang pisah ranjang lah.
Selama satu bulan bersama Iik banyak
saya habiskan dengan bercerita sepanjang malam, nostalgila abis! Banyak
kegiatan jalan-jalan di akhir pekan yang kami lakukan bersama. Yang paling
menyenangkan ya main arung jeram di Songa :D Kegiatan kami memang monoton tapi
tidak pernah terasa membosankan. Mendekam di kamar kosan seharianpun pernah
kami lakukan. Haha. Ada yang membuat Iik betah juga di kosan, karena ada si
kucing abu-abu nan unyu, si Nala, Poppy, dan Rocky. Setiap hari kerjaannya Nala
nggoser-nggoserin kepala ke Iik. Iik yang awalnya takut kucing jadi seneng ama
kucing. Bahkan dia berniat buka pet shop di Aceh nantinya. Semoga beneran
terwujuuuuuud :D
Akhirnya hari wisuda Iik dateng
juga. Saya sempet lho berdoa supaya hari wisudanya dimundurkan, supaya waktu
bersama saya dan iik masih panjang. Dan ternyata Tuhan tidak mengabulkan. Ya
kali Tuhan mau mengabulkan doa satu orang dan mengecewakan ribuan orang. Bisa
digetok Tuhan kepala saya. Ahahaha. Dan dengan sedihnya saya datang ke acara
wisuda iik. Hanya satu tujuan, foto bareng! Sungguh narsis sodaraaaa -____-“
1 minggu setelah wisuda Iik harus
kembali ke Aceh. Dan kemungkinan kembali ke tanah Jawa 0,0005%. Yah, bisa
dibayangkan deh sedihnya saya ditinggalin sahabat yang paling pengertian di
muka bumi ini dan kami hanya akan bertemu di line telpon. Nyesek! Saya peluk
kuat-kuat si anak kecil hitam dan berjerawat ini.
Dear, Iik.
Selamat atas wisudanya. Selamat
sudah mendapat nilai IPK yang sangat memuaskan. Dan selamat menempuh kehidupan
yang sebenarnya setelah lepas dari bangku perkuliahan. Terima kasih untuk asam
manis pertemanan yang tercipta 4 tahun terakhir ini. Aku tidak akan pernah lupa
kamu, janji. Doakan supaya aku bisa main ke Aceh ya Ik. I miss you :*


