Friday, 7 December 2012

Bedah Mulut Maut

Setelah melalui 2 putaran klinik di klinik-klinik minor, kini tiba saatnya klinik mayor menghampiri saya. klinik mayor memang terkenal horor karena banyak sekali menjegal koass gigi buat lulus. Ada aja alasan yang membuat koass gigi “betah” berlama-lama disana. Requirement yang jumlahnya ga wajar adalah alasan utamanya. Target yang harus dipenuhi buat lulus itu semacam ga mungkin buat dikejar (koass-koass yang malas). Tapi ga sedikit juga kok temen-temen koass yang melalui putaran klinik dengan lancar jaya log jinawi, nanti saya bakal ke mereka pake dukun dari mana. ampuh banget jampi-jampinya. HAHA.

Klinik mayor yang harus saya tempuh adalah Bedah Mulut (BM). Bedah Mulut adalah salah satu cabang keilmuan dokter gigi yang isinya meliputi cara-cara mendiagnosis, melakukan tindakan bedah, dan merawat penyakit atau luka atau kelainan rahang dan yang berhubungan dengan struktur yang ada di sekitarnya (*tutup dulu buku contekannya). Gampangannya sih, saya ini masuk klinik mayor yang urusannya cabut-cabut gigi. Cukup mengerikan buat koass-koass baru yang kerjaan di klinik sebelumnya cuman haha-hihi doang dan sekarang disuruh megang tang terus nyabut gigi orang. Awas nyawanya aja sih yang kecabut.
Sewajarnya klinik mayor lainnya, BM ini akan saya tempuh selama 2 bulan dengan pengalaman mencabut pasien 0%. Bayangkaaaaaan! *keringet dingin.

BM ini klinik yang istimewa, soalnya dengan kerjaan yang ngerinya tingkat dewa, hadir disitu dosen-dosen super kece dari seluruh penghujung dunia. Mereka adalah dosen-dosen yang jauh dari kata curang, menganakemaskan salah satu koass, ataupun ga profesional. Mereka semuanya KECE! Walau ada satu dosen yang agak resek. Ya anggaplah dia batu kerikil (berukuran raksasa) yang banyak bikin koass ga lulus BM.

contekan andalan anak BM. maaf kami lemah masalah diagnosa..
Klinik BM ini sangat mengutamakan kerjasama. Koass ga bakal bisa kerja cabut kalo misalnya tidak ada kejasama yang baik antar koass karena saat kerja cabut harus ada asisten yang membantu kita mengambil alat dan mengurus segala tetek bengek proses pencabutan. Jangan harap bakal ada yang bantuin kalo sendirinya ga pernah ngebantuin orang lain. Selamat menganggur dengan indah!

minuman wajib koass BM. es teh di ruang kantin BM. siap siap tipes  :))
partner diskusi kasus! diskusi dengan prof membuat kami galau ..
Banyak hal-hal kocak di BM ini yang saya lalui bersama temen-temen koass seperjuangan lainnya. Waktu itu pernah nih saya dapet pasien kasus abses. Istimewanya adalah pasien ini datang ke RSGM sendiri tanpa diantar ataupun dijemput. Ya ga beda jauh sama jelangkung lah. dan cari pasien yang semacam ini adalah SUSAH! Yang ada sih biasanya koass yang ribet anter jemput pasien. Nah ini surga banget dapet yang bisa dateng sendiri. Anak keluarga Bali yang berdomisili di Jember, sebut saja namanya Puja. Perempuan berusia 12 tahun ini memiliki perawakan semacam gadis berusia 20 tahun saking bongsornya -____-“

Dalam mengerjakan pasien kasus, seorang koass harus bekerja sama dengan 2 koass lainnya. Jadi saya mengerjakan kasus ini bersama dengan Arum dan Alfan. Semua berjalan baik-baik saja awalnya. Melakukan pemeriksaan, menentukan diagnosa kemudian rencana perawatan. Semua menjadi bencana saat tindakan pencabutan gigi atau bahas BMnya “exo”. Karena ini pasien anak-anak, si Puja semacam sangat takut dan mulai menunjukkan air matanya waktu proses anestesi. Dan si Puja berubah menjadi Hulk saat proses pencabutan dilakukan oleh Alfan. Puja menangis begitu kencangnya dan semua koass mulai hebring karena ada suara tangisan Puja yang menggelegar. Dan tangisan Puja membuat Alfan menyerah. Laporlah kami ke dosen pembimbing kami, drg. Zainul Cholid, Sp. BM. Alfan melapor kejadian yang kami alami.


“dok, pasiennya menangis dok. Sakit katanya. Anastesinya tidak bekerja dok sepertinya.”
“kok iso?”
“ada absesnya dok, jadi anestesi tidak jalan.”
“koyo bencong ae kon. Nyabut arek cilik ae ga isok. Yo, aku maringene mrono”
“baik dok”


Puja masih menangis tersedu-sedu dan koass lainnya masih mengerubungi kami, datanglah dokter Zainul. Dan tangisan si Puja semakin pecah membahana. Dokter Zainul semacam kesel melihat tingkah Puja. Tapi beliau berusaha menahan. Namanya juga anak-anak.


“ayo puja, buka mulutnya.”
Puja menggeleng dan semakin merapatkan mulutnya.
“ayolah Puja, buka ya. Biar ga sakit. Pak dokter cabut sebentar”
Puja akhirnya mengangguk dan prose pencabutan dimulai lagi. Dan 2 detik kemudian ...
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.” Puja histeris lagi.
“ayo Puja, baca bismillah dulu. Ayo BIS .. MI ..” dengan terus berusaha mencabut gigi puja
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.”
“ayo Puja. Bismillah dulu, nanti giginya gamau keluar lo.”
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.”
“BIS .. MI ..”


Saya, Alfan dan Arum saling berpandangan. Antara kahawatir dan ingin tertawa. Puja beragama Hindu dan dengan sekuat tenaga drg. Zainul membimbing Puja untuk berkata Bismillah. Dan saya memberitahu lirih drg. Zainul bahwa Puja seorang Hindu.


“dok, maaf dok. Pasien saya Hindu dok. Jadi ndak ngerti bismillah”
drg. Zainul pun langsung salah tingkah. 
“alhamdulillah, gigi puja sudah keluar. Puji Tuhan Puja, kuch-kuch hota hai”
... kemudian hening


Dan saya selalu ngakak setiap inget kejadian ini. lucu banget tingkah drg. Zainul. Semua dosen BM rata-rata berwajah seram, namun saat sudah terjun bersama koass-koass seramnya langsung hilang. Tetiba jadi friendly. Haha.

Requirement di BM ini ada 22 kali tindakan cabut, 9 kali diagnosa, 3 pasien kasus, 2 tindakan bedah gigi geraham bungsu (odontektomi) dan beberapa requirement kecil lagi yang saya sudah tidak bisa mengingatnya. Pasien kasus ini hanya orang-orang beriman tingkat kabupaten yang bisa mendapatkannya dengan cuma-cuma dan segera. Susah bener cari pasien kasus karena kadang tuh pasien kasus hari ini bengkak, besok waktu mau diperiksa, bengkaknya udah ilang. Errrrrrrrrr. *bunuh diri pake sonde.

Pasien cabut pertama saya adalah Pak Ojek di Stasiun Jember. Dan saya gagal mencabut gigi Pak Ojek tersebut saking susahnya kasus tersebut dan saya diselematkan oleh dosen-dosen BM yang kece itu. Alhamdulillah untuk cabutan selanjutnya saya lancar-lancar aja. cuman yang bikin ga lancar adalah jumlah pasien yang terbatas. Mencari pasien cabut itu susahnya setengah mati deh. seriusan! Ada banyak mitos salah yang beredar di masyarakat, jadinya buat cari pasien cabut tuh semacam ngotot mau mindahin kuda nil yang gagal diet. Takut buta, takut ga bisa mangaplah, takut inilah, takut itulah, dan akhirnya saya cuman cabut 18 apa 19 gitu .. dan saya menyerah ga cari pasien lagi, ga sanggup capeknya. Dan ini berujung pada ...
Engga lulus BM ... bahkan saya sempet masuk rumah sakit gegara demam tinggi sepulang kerja klinik sama drg. Budi Sumarsetyo dan diomelin gegara saya ga tuntas waktu nyabut gigi pasien saya. 2 hari 2 malam terkapar di rumah sakit saking stressnya diomelin ama drg. Budi Sumarsetyo.

PTP jayaaa! 
akar kegagalan :)) awal mula dari keberhasilan :))
Sedih ...
Hanya sesaat! Dan sekarang sudah bangkit lagi! Saya siap ngulang BM putaran depan dan saya HARUS LULUS! Biar ga kebanyakan minum es teh botol yang dijual ama Mas Yuli penjaganya klinik BM. Hehe.
Hey, Bedah Mulut Maut tunggu saya! Nanti saya akan datang dengan kekuatan super! :))

Friday, 9 November 2012

menjelajah BANYUWANGI

Ahh super late post niiihhh!!

Saya mau nyeritain perjalanan saya bersama beberapa teman saya ke Teluk Ijo, Banyuwangi. Udah basi banget sebenernya, tapi ini perjalanan yang cukup berkesan buat saya. Perjuangannya men! Udah berasa jadi Bung Tomo yang memekikkan kalimat MERDEKA ATAU MATI. Hahaha. Entahlah untuk mengisi liburan apa kala itu, tanggal 25 Oktober 2012 kami memutuskan berlibur ke Banyuwangi. Ide pergi menuju ke Teluk Ijo ini dicetuskan oleh drg. FX. Ady Sp. Prosth pada saat saya dan Yulia menempuh klinik Prostho. Dari cerita drg. Ady kami langsung jatuh hati. Efek aura dosen pintar ini.

Kami siap menjelajahi Banyuwangi menuju Teluk Ijo. Beranggotakan 5 lelaki dan 5 perempuan kami berangkat pukul 09.00 WIB dari Jember. Perjalanan panjang dimulai, Bismillah :). Brum brum bruuummmm..

kita udah kece belum?!
Entah ini kami yang lambat atau Banyuwangi yang posisinya bergeser menjauhi Jember, kami baru tiba di pertengahan kota Banyuwangi itu pukul 13.30. Dari panduan GPS Teluk Ijo berada di ujung timur Banyuwangi. Perjalanan masih panjang sodara! Boyok sudah terkoyak hebat. Ini gegara motornya Faliq yang posisinya tidak ergonomis *sigh*. 

Tiba-tiba saya teringat sesuatu, SAYA GA BAWA CELANA CADANGAN. Astaga, bagaimana nasib saya kalo celana ini kebasahan?! Astaga astaga astagaaaa. Pikiran saya kemana-mana. Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 dan kami belum menemukan titik terang Teluk Ijo. Kami mulai frustasi. Terutama saya, karena lagi dan lagi boyok saya sodaraaa dan celana yang ketinggalan. Eergggghhh. Eh tapi kami dapat kejutan pantai di tepi jalan. Namanya Pantai Rajegwesi.
Pantai Rajegwesi
Di Pantai Rajegwesi ini kami memperoleh informasi bahwa Teluk Ijo sudah dekat posisinya. Namun menurut warga sekitar kami tidak bisa menginap karena di Teluk Ijo tidak terdapat penginapan. Kami disarankan untuk bermalam di Sukamade. Esok hari setelah bermalam di Sukamade, pagi – pagi benar kami berangkat ke Teluk Ijo. Sukamade merupakan wisata pantai yang dilengkapi dengan penginapan namun letaknya lebih jauh dari Teluk Ijo. Jadi kami hanya melewati pintu masuk Teluk Ijo saja. Kemungkinan meilhat Teluk Ijo hari ini pupus karena hari semakin menggelap. Jam menunjuk angka 17.34.

ini rute yang bakal kami tempuh
Baiklah, kami melanjutkan perjalanan menuju Sukamade. Dan Sukamade masih 2 jam perjalanan lagi. Yak opo lek aku mumbul ae. Boyok boyoook. Ditengah perjalanan menuju Sukamade, Faliq mengalami dimensia dimana Faliq yang badannya tidak cukup besar kehilangan kemampuan mengendalikan motornya yang berukuran besar dan memuat perempuan yang cukup besar juga. Akhirnya kami terjerembab dengan manisnya ke got berbatu. Vebri dan bosgeng dengan sigap datang membantu saya dan Faliq yang tidak berdaya. Daaaan ternyataaaaa celana saya yang hanya ada satu SOBEK BESAR di dengkul. Ya Tuhaaaaan. Ampuni hambaaa.

iki sing mbok delok kali rek! kita menyebrangi sungaaaiii :o

Setelah menempuh perjalanan ekstrem semacam foto di atas pukul 19.00 kami tiba di resort Sukamade! Uyeeeee!! Saya dan beberapa teman sempat mengalami jatuh bangun tak jelas arah karena jalanan full berbatu. Kalopun tidak berbatu, kemungkinan besar rawa-rawa. Cetar membahana Indonesia Raya Merdeka. Setelah meletakkan segala perabotan di resort seharga 100rb/kamarnya, kami menuju kantin dan menikmati menu makan malam andalan anak kos. INDOMIE.
yuk mari makan!
Pukul 21.00 kami diajak oleh bapak pemandu dari Sukamade untuk wisata penyu. Jadi kami berjalan kaki menuju pantai Sukamade dan menanti kedatangan penyu dengan ukuran super besar menepi untuk bertelur atau mengecek telur yang sudah mereka kubur beberapa waktu yang lalu. Disinilah kesabaran sebagai manusia diuji. Kami menunggu dipinggir pantai dan tidak tahu kapan penyu super besar itu datang karena selama bertahun-tahun tidak dapat ditentukan biasanya penyu datang pukul berapa. Pukul 23.00 udara dingin mulai menyergap, kutu-kutu pasir menyerang, dan saya KALAH! dengan kondisi gegarukan saya bersama Faliq, Sita, dan Fahmi memutuskan kembali ke resort. Teman-teman yang lainnya masih kekeuh nungguin penyu unyu super besar itu.

oleh-oleh foto dari teman-teman yang hatinya begitu teguh menanti penyu
Setelah cukup beristirahat, keesokan harinya kami memutuskan untuk ke pantai Sukamade lagi karena semalam kami datang tidak dapat menikmati pemandangan saking gelapnya. Selain itu kami juga berjalan-jalan di sekitar resort, kamar-kamar penetasan penyu. Banyak tukik dengan berbagai species. Lucu-lucu sekali dan ini membuat anak-anak gatel untuk berfoto-foto bersama tukik :D

Pantai Sukamade
Indukan penyu produk gagal
tempat penetasan telur-telur penyu
tukik tukik super unyu
Pukul 10.00 kami meninggalkan resort Sukamade menuju TELUK IJO! Tujuan utama kami dari kemaren yang belum kami temui hingga hari ini. kami semacam di PHP oleh Teluk Ijo karena kami tidak segera dipertemukan dengan alamnya yang cantik. Haha. Baiklah kami siap menempuh perjalanan yang kemaren telah merobek-robek celana satu-satunya milik saya! *asline jiper* haha. Pukul 11.30 kami tiba di pintu gerbang menuju Teluk Ijo. Kami masih harus berjalan kaki sejauh 1,5 km lagi. Bagaimana? Masih pada mau kesini? Haha. 

papan petunjuk pematah semangat umat manusia
Dengan semangat 45 kami berjalan menyusuri jalan setapak yang penuh dengan tanaman salak berduri di kanan dan kirinya. Sungguh menyiksa. Saya sudah tertancap duri salak berulang kali karena oleng dan pegangan yang tersedia hanya batang salak penuh duri itu. biadab sekali segala bebatangan di perjalanan ini. menyebalkan! Kami disambut pantai Batu Permintaan. Pantai ini sempat membuat kami galau.

Pantai Batu Permintaan

“Ini tah Teluk Ijo itu?!”
“tapi di foto ga gini deh”
“kayanya bukan deh”
“iya deh kayanya bukan”

setelah bertanya-tanya pada teman-teman yang juga tidak tahu jawabannya kami memutuskan untuk terus berjalan .. hinggaa .. jauuuhhh .. jauuuuh .. darimu .. #slankers abis. Akhirnya penantian panjang kami berbuah sangat MANIS.


Teluk Ijo


si abang nyebur dari tebing
pada gegulungan kaya ikan dugong nih anak-anak
karena disana tidak ada kamar mandi, inilah jadinya ketika mau berganti pakaian :))


Teluk Ijo begitu memukau. Bagus. Alamnya belum terlalu banyak dijamah, jadinya ya masih sangat cantik. Terima kasih Teluk Ijo untuk segala keramahannya karena sudah mau kami jamah. Terima kasih untuk pemandangan yang luar biasa keren. Terima kasih untuk pasir putih yang terbentang begitu luasnya. Terima kasih untuk air laut yang warnanya super cantik. Dan terima kasih untuk membuat kami menyatu, berkumpul, menyambangi cantiknya pesonamu :)

Wednesday, 22 August 2012

Jazz Gunung 2012

6:15 AM, 15 Juni 2012

HP saya berdering dengan kencangnya. Ternyata itu abang sepupu saya yang di Surabaya menelepon. Dengan kondisi setengah sadar karena saya masih diselimuti mimpi, saya angkat telepon dari abang saya.

“dek, mau tiket Jazz Gunung?”
“hmmmm”
“ini mas aby ada tiket gratis! Mau enggaaaa?!”
“iya mas aby” zzzZZZzzz

Seminggu Kemudian ..
Saya baru menyadari bahwa Aby menelepon saya menawarkan tiket dan saya mengiyakan sedangkan saya dalam kondisi setengah sadar saat ada email masuk dan ternyata email tersebut isinya adalah softfile tiket Jazz Gunung. Entah seminggu atau 10 hari setelahnya. Celaka celakaa. Antara seneng dan kesel. Senengnya karena memang dari beberapa tahun yang lalu saya pengen banget nonton JG ini. keselnya adalah saya ga punya temen buat nonton JG ini. oh Tuhan, dilematis!

Ketidaksadaran saya ini membawa petaka karena saya mengiyakan tiket Jazz Gunung yang diberi oleh Aby itu. Aku kate budal ambek sopo ndelok Jazz Gunung?! Saya galau seketika. Saya suka musik Jazz, tapi kalo ujung-ujungnya ribet gini jadi berpikir ulang. Saya menawari Shandy, jelas saja dia menolak. Bukan perkara apa, ya karena dia tidak di tanah Jawa. Saya menawari Chandra sampe ngotot dan leher varises, Chandra gamau (KAMEHAMEHA Chandra!!!) 

Ahh ini tiket kutukan. Mempersulit kehidupan saya. Akhirnya saya menawari Ichang, sahabat SMA saya untuk menemani saya. diluar dugaan, dia mau nemenin saya. haha. Biasa deh, dia kan anak super rumahan yang ga mungkin gitu buat saya ajakin bepergian semacam ini. dan tanpa banyak persiapan, kami berangkat tanggal 7 Juli 2012 jam 7.45 dari Malang menuju kaki Gunung Bromo dengan Honda Jazz abu-abu milik Ichang. Hey Jazz Gunung, I’m Coming :D

Jazz Gunung adalah pegelaran musik bertaraf Internasional yang menampilkan komposisi jazz bernuansa etnik, digelar setiap tahun di daerah pegunungan Bromo pada ketinggian 2.000m diatas permukaan laut, diatas panggung terbuka, beratap langit berlatar alam yang indah – perpaduan harmonis antara musik, alam, dan manusia (jazzgunung.com).

Jazz Gunung menawarkan kelebihan tersendiri yaitu pemandangan gunung, dalam hal ini atmosfer alam atau suasana Kawasan Gunung Bromo. Penawaran yang tidak biasa, tidak seperti pertunjukkan musik lainnya inilah yang membuat saya begitu ingin menjadi salah satu “jamaah Jazzyliah” (sebutan untuk penikmat Jazz Gunung). Hehe. 



Setelah menempuh perjalanan yang paaaanjaaaaaaaang (karena sempet nyasar) akhirnya kami tiba juga di kaki Gunung Bromo. Hal pertama yang dilakukan adalah PARKIR MOBIL. Nyari parkiran agak susah ya, karena peminat JG ini ternyata membludak. Alhamdulillah kami dapat! Kemudian yang kami lakukan adalah CARI MAKAN. Di suhu sedingin ini nih enak banget kalo makan yang anget-anget dan pilihan kita jatuh pada warung yang menjual Rawon. Yummy!

si bangku kanan: FEIZAR N FADLI aka ICANG
Acara mengisi perut selesai acara berikutnya adalah TUKAR TIKET. Jadi tiket yang dikirimin Aby itu dalam bentuk PDF yang didalamnya ada barcode. Setelah di scan bla bla bla bla kami mendapatkan gelang anti badai dan poster yang berfungsi sebagai alas duduk karena acaranya outdor dan duduk-duduk bebas di padang rumput. Sayang banget kali poster sebagus ini dipake alas duduk. Akhirnya saya simpen aja di dalem tas. Sayang..
icang antri tiket
hasil icang antri tiket. gelang anti badai 
Kemudian kami memasuki venue JG dengan bukti gelang anti badai tadi dan ... FOTO-FOTO! Namanya juga manusia, pasti selalu menginginkan dokumentasi dengan sempurna dong. Haha. Setelah puas berfoto, kami memilih tempat ternyaman untuk menikmati pertunjukkan JG. Sempet liat booth merchandise nya Jazz Gunung sih. Beli kaos sama gantungan kunci titipan temen-temen. Pemandangannya seru sekali. Jangan dikira ini panggung seperti konser pada umumnya. Ini benar-benar panggung outdor yang didesain se-alami mungkin dan sangat cantik tata panggungnya. Keren!
so sweet ya kami kalo rukun gini

panggung alam. beralaskan rumput beratapkan langit dan berlatarkan alam Bromo

Sekitar jam 3 acara jazz gunung dimulai. Suhu memang sudah mulai dingin tapi masih dalam batas yang aman menurut saya karena saya tidak menggigil. Haha. Dengan santainya kami goler-goler di rerumputan sambil menikmati pertunjukkan. Disinilah fungsi dari poster yang dibagikan oleh pihak panitia tadi. Sebagai alas goler-goler di rerumputan. Namun sekali lagi, saya sayang banget mau make posternya buat alas. Mari menikmati indahnya jazz dan merdunya gunung...

Jazz Gunung dipandu 3 MC super kocak : Mas Butet, Alit dan Ghandoz
Pembukaan yang cantik dari Kelompok Perkusi Darmawangi dari Banyuwangi membuat penonton emejing. 
Suguhan musik etnis yang penuh dengan semangat dari penampilnya :) 


Gondo Jazz Trio dari Surabaya. Permainan piano dari Yohannes Gondo mematikan! Haha

Ring of Fire project feat. Slamet Gundono. Sesungguhnya saya hanya bisa melongo 
karena tidak paham sedikitpun dengan aliran musiknya. Ampuni saya Tuhaaaan. T.T

Iga Mawarni dengan suara merdunya :)
Hari mulai malam, suhu mulai menurun, angin mulai tidak santai. Ohh Tuhan saya masuk angin. Si Ichang mah menter banget sama kondisi semacam ini. sedangkan saya?! collapse dengan kondisi perut begah dan buang gas sembarangan dimana-mana. haha. Ahh sungguh, ini dingin sekali. Musik jazz memang sedikit membuat hangat karena dia membuat saya SEDIKIT BERGOYANG. Tapi sungguh ini dingin sekali. Milo Panas yang menjadi bekal pamungkas saya dari rumah semacam tidak berarti apa-apa. OHH TUHAN PERUT INI BERGEJOLAAAAK!! BROOOT. Di kala kesibukan saya buang angin, bintang tamu yang saya tunggu-tunggu tampil juga. TOMPI dan GLENN FREDLY.


yang main sax. aja ada 3 orang loo, gimana ga pecah banget

dua penyanyi jazz yang super duper maut suaranya!

Tompi dan Glenn Fredly benar-benar membuat saya terkagum-kagum. Improvisasi di setiap lagu itu bikin merinding. Dan inilah performer yang sesungguhnya. Bukan kaya yang di tipi-tipi ngandelin lypsinc. Sumpaaaaaah, JAZZ GUNUNG 2012 PECAH ABIS

Nb: Semoga Tahun depan bisa nonton sama sahabat saya yang bikin otot leher varises deh yaaa. 

Thursday, 14 June 2012

setip mana setiiiip !!

sebagai mahasiswa pendidikan dokter gigi yang sedang menempuh profesi, banyak hal unik yang saya alami selama ini. mulai dari susahnya cari pasien, susahnya menakhlukan dosen yang agak spesial (*profesor MS), berebutan dental chair pas mau ngerjain pasien, gagal mencabut gigi pasien dan terkadang mewek di pojokan perkara pasien engga dateng. ahh betapa klinik ini sangat jago mempermainkan perasaan saya.

tempat saya menempuh profesi atau istilahnya menempuh klinik itu di RSGM (Rumah Sakit Gigi dan Mulut) FKG UNEJ. bangunan yang berdiri sejak lama (*saya engga tau tahun berapa -_-") ini sangat berjasa sekali membuat betis ko ass gede perkara naik turun tangga. bolehlah besar dan memiliki tiga lantai, tapi mana lift nyaaaa ?! haha. di RSGM ini saya banyak merasakan keanehan-keanehan yang nyata. contohnya adalah sering sekali terjadi kehilangan benda yang menurut seorang ko ass adalah benda yang sangat penting. mulai dari alat dasar sampe kartu rekam medis. entah bagaimana ceritanya gitu bisa lenyap. namun yang paling menggemparkan adalah kehilangan ALAT TULIS ! dapat dipastikan dalam seminggu ko ass FKG bakal mengunjungi toko ATK untuk sekedar membeli setip, bolpoin, pensil, tip-ex, atau penggaris. 

alat tulis adalah benda yang sangat vital dalam menyambung kehidupan di RSGM. tanpa alat tulis, ga mungkin kita bisa mendiagnosa pasien! kan harus ditulis di kartu status. nah karena kedudukan alat tulis ini begitu vital di kehidupan PER-KO ASS-an (hati-hati salah baca "perkosaan"), alat tulis ini menjadi primadona dalam jajaran benda yang sangat sering hilang! SANGAT SANGAT sering hilang. baru aja di taro di meja, cuman ditinggal kedip mata aja bisa hilang! bayangkan, bayangkaaaaaan!! aaargh.

mau beli setip yang nyeleneh bentuk kotak, segitiga, trapesium, layang-layang, piramida bahkan bentuk sempak sekalipun biar ga ada yang ngembarin, tetep aja deh bakal hilang dalam hitungan hari. apalagi polpen tuh, bakal rajin banget lenyap. tapi kalo polpen sih sering-seringnya faktor pinjam-meminjam. 
x : absen pulang yuk !
y : iya dah. aduh, tapi ga bawa polpen. PINJEM DONG.
x : nih pake aja punyaku.
(*huruf berwarna merah adalah penyebab utama lenyapnya bolpoin)

bayangin aja ya, berapa duit yang kita keluarkan untuk memenuhi kebutuhan alat tulis. misalnya alat tulis kita paling awet di tangan kita seminggu, dalam sebulan kita bisa beli 4 kali. dalam setengah tahun kita bisa beli 26 kali, dan dalam setahun kita bisa beli 52 KALI!! astagaaaaaa. ahh, sudahlah jangan dibahas. hati saya sakit banget ngomongin alat tulis yang ilang. setip saya langganan ilang. paling awet seminggu aja di kantong, setelah itu entah kemana. aaaaaaaargh. SETIP MANA SETIIIIP !! 

bagi ko ass yang bisa menggunakan alat tulisnya sampe habis, entah itu bolpoin, setip, ataupun pensil, menurut saya perlu diberi penghargaan nobel! HAHA. *mulai sinting

Thursday, 24 May 2012

Oral Medicine Surganya Klinik di RSGM UNEJ

hey geng !

sebulan yang lalu, entahlah tepatnya tanggal berapa saya masuk klinik OM (oral medicine). kalo bahasa awamnya mah klinik yang ngurus-ngurusin penyakit mulut tapi tanpa intervensi tindakan bedah. yaaaah cukup menyenangkanlah klinik OM ini. selain dosennya gadak yang resek, kerjaannya juga ga susah-susah amat. tinggal oles-oles salep aja. hehe.

klinik OM mewajibkan kita mendiagnosa dan menerapi 6 pasien dengan 5 kasus berbeda. iyap, 5 kasus berbeda! dan cari pasien OM ini antara gampang-gampang susah. soalnya penyakitnya tuh gampang sembuh. contoh gampangnya aja nih sariawan. nah si pasien sariawan hari ini, tapi kita hari ini ga bisa diagnosa gara-gara belom diskusi gitu. besoknya pasiennya disamperin, eh sariawannya udah maen sembuh aja. kalo ini namanya rejeki pasien, musibah operator -..-

mekanisme kerja pasien di klinik OM itu kita diwajibkan mencari 5 kasus berbeda dari 6 pasien. semua pasien ini tidak bisa langsung diwarat seenak jidat ya, jadi setiap abis kerja merawat 2 pasien, kita wajib menyelesaikan 1 diskusi, atau sekalian diselesaikan keduanya, baru setelah diskusi kita bisa kerja pasien. nah biasanya diskusi ini yang menghambat kita buat kerja pasien. soalnya kan diskusi ga cukup satu pertemuan. diskusi itu semacam kunjungan berulang ke dokter gigi. ga cukup sekali. pertanyaan yang muncul suka bikin kejutan gitu! 

ini pasiennya arum, geografic tongue
ini pasiennya alfan, black hairy tongue
ini pasien saya, cheilitis 
perbedaan antara klinik OM sama klinik Periodonsia cukup mencolok sekali dari tingkat disiplinnya. kalo di perio, waktu adalah emas, kalo di OM, waktu ada ingus. klinik perio itu klinik minor sensasi mayor, kalo klinik OM itu klinik minor seminor-minornya. haha. klinik OM kebanyakan dosen dateng jam setengah 9 padahal perjanjian masuknya jam 8. tapi ada sih dokter yang begitu setia dateng pagi, yaitu drg. Iin Eliana, M. Kes. beliau ini datengnya paling pagi dan baiiiiik banget deh orangnya! pemandangan ruang jaga dosen yang kosong ini jarang kita temui di Perio, bahkan mungkin ga pernah. kalo di OM beda cerita, ini surganya klinik. --,

kondisi ruang jaga dokter klinik OM. kosong melompong!
mau diagnosa ama sapa kalo begini ceritanya -_-"

iseng-iseng foto bersama. saking nganggurnya di OM.
selama di OM saya nih ga betah bener-bener dah! emang enak gitu kerja pasiennya. tapi diskusi bareng dokter pembimbing ini yang bikin keder. soalnya kan saya diwajibkan mendiagnosa 6 pasien dan ke-enam enamnya harus didiskusikan kasusnya. daaaaan yang namanya diskusi itu adalah kerjaan yang sangat-sangat menyita tenaga, pikiran dan waktu. untuk beberapa dosen saya selamat cuma satu kali diskusi, tapi sama dosen satu ini saya diskusi sampe 3 kali pertemuan. dr. drg. IDA Ratna Dewanti., MD,Sc. !! masternya segala diskusi dah. errrrrrrr. dan saya engga suka belajar, makanya saya ga betah di OM. agak susah gitu menemukan mood belajar. palingan saya minta ajarin Taufiq kalo udah mentok banget. mental belajar saya ada di bawah tanah -_-"

ini semacam golongan yang sangat niat sekali menempuh klinik OM!
belajar tiada henti ..
ini kerjaan favorit saya :D
no no belajar x_x
ohh, ada lagi perbedaan yang mencolok antara klinik OM dan klinik perio. kalo klinik perio, uang di dompet bakal awet-awet aja gitu menghuni dompet. kalo klinik OM, jangan harap dompet itu bakal disinggahi duit lama-lama. dijamin duit itu cuman numpang lewat! beli obat minimal 50rb lah buat satu pasien. saya sempet loh abis 80rb an satu pasien sehari. bayangin kalo kita kerja dua pasien. bisa kere mendadak.

salep OM: Rp. 10.000; Fungatin: Rp. 35.000; Vitabex: Rp. 11.000; Tongue Cleaner: Rp. 4.000
ini belum kasus yang komplikasi. semakin banyak penyakit semakin MAHAL. bahahahak.
mbak arum adalah penenang saya di kala diskusi. suka ketawa aja nih mbak arum -_-" 
saya menikmati sekali yang namanya klinik OM, cuma saya ga suka diskusinya. banyak bener dan belibet deh. serius ini. yang cocok di OM nih anak-anak yang rajin. rajin menabung di kamar mandi. hahahahaha. nah kalo udah bener-bener ga ada kerjaan, pasien udah lengkap, kontrol sudah beres dan diskusi juga kelar, anak-anak OM pasti kececeran di kantin atau dijalanan deh. pada bingung nyari-nyari kerjaan gitu. tapi yang paling laris ya ruangannya mbak tri. seperti yang dilakukan oleh Bryan dan Arum. haha

entahlah mainan apa ini namanya. ada beberapa yang menyebutnya POKEMON.
ini kalo lagi waras, DISKUSI KASUS BERSAMA :D
buat temen-temen yang akan menempuh OM, selamat menikmati surga dari segala penjuru klinik di RSGM yaaaaa :) saya sudah selesai bekerja di OM dan saya akan beranjak menuju klinik Bedah Mulut. yeaaah, ORAL SURGERY ! semoga saya bisa bertahan lah di BM. harapan saya ga muluk-muluk tentang kelulusan, cukup saya bisa bertahan dan dapet beberapa ilmunya aja :)

Tuesday, 22 May 2012

Nusa Barong

Halo geng !

Beberapa hari yang lalu, pas nya tanggal 17-18 Mei 2012, saya dan beberapa temen dan adek tingkat saya berlibur ke NUSA BARONG. Mungkin ada beberapa yang sudah pernah dengar atau bahkan sudah pernah berkunjung kesana, tapi saya yakin ada juga yang belum pernah menginjakkan kaki disana. Siap-siap mengusap iler anda sodara-sodara, saya mauk pamer! Bahahahak. 





Saya bakal ceritain semua dari awal bener deh, mulai dari berencana liburan sampe berangkatnya. Sapa tau ada yang terinspirasi betapa kerennya kami #ditimpuktelor, dan betapa hebatnya kami sampe kami bisa berangkat #ditimpukwajan, daaaaan betapa kecenya kami bisa menginap disana #ditimpukkompor. Mari kita memasak telor, kan udah lengkap telor, wajan, ama kompornya. Errrrrrrrr.

Setiap ada tanggal merah yang sekiranya di hari yang sangat strategis, misalnya di hari jumat, atau di hari kamis kemudian berimbas ke hari jumat yang cuti bersama, ada beberapa anak yang silitnya suka gatel buat liburan. Biasanya sih yang rumahnya jauh-jauh. Alasannya bukan karena males buat pulang sebenernya, tapi karena waktu yang terlalu sempit buat dipake balik. Jadilah tercetus NUSA BARONG untuk mengisi liburan tanggal merah minggu ini. terimakasih ya Allah sudah bikin silit temen-temen saya gatel buat liburan. Haha.

Rencana liburan udah kece, tinggal mengumpulkan peserta. Ini adalah salah satu tahap yang sangat susah untuk dipenuhi. Banyak sebenernya yang berminat, tapi ada aja yang menghalangi. Biasanya sih perkara perijinan sama orang tua. Ini adalah hal yang agak alot, karena tempat jalan-jalan yang dipilih biasanya agak ga wajar kan. Ya wajarlah kalo orang tua agak ga sreg anaknya buat berangkat. Dan hanya anak-anak edan yang tetep berangkat sekalipun ga dibolehin sama orang tuanya. Contohnya adalah saya sendiri.

Setelah melalui proses audisi yang begitu panjang dan berliku, akhirnya didapatkanlah 25 peserta terpilih. Hal ini ditentukan oleh kekuatan tekat untuk turut serta bersusah dan bersenang-senang bersama dan kekuatan tekat untuk menghitamkan kulit. Ehm sama kekuatan tekat mereka untuk pamer kemampuan mereka berenang layaknya ikan dugong [lirik rejan, maschan, dan beberapa adek 2010]. Dalam sekejap mata, tugas-tugaspun dibagi. Belanja, masak, bawa barang-barang keperluan kemah, bawa kasur, bawa bantal, guling dan rumah. Yaah, biasalah. Saya agak susah gitu kalo liburan di kondisi alam tidak menentu. Jadi harus bawa rumah. #ditimpuksempak. Dan ternyata saya kebagian tugas masak bersama bob dan bosgeng. Okek sip!

Janjian di kampus kumpul jam 6 dan karena ini Indonesia, jam 6 adalah jam dimana kita baru beranjak dari mimpi. Dan ujung-ujungnya sekitar jam setengah 8 kita baru berkumpul. Dan ternyata persertanya berkurang hingga 13%! Tinggal 19 aja yang berangkat dengan BERBAGAI ALASAN yang bisa diterima akal sehat :) .. Perjalanan ke Puger sekitar 1 jam, nyampelah di rumah sinta sebagai tempat yang kita putuskan sebagai tempat penitipan motor dan isi bensin (bensinnya kita, alias numpang makan).

Untuk menuju ke nusa barong, kita harus nyebrang pake kapal, nah kita memilih berangkat dari pelabuhan puger, bukan dari papuma. Alasannya banyak, salah satunya adalah jauh lebih deket kalo dari puger daripada dari papuma. Selain itu kalo dari Puger ke pelabuhannya, kita naek truk yang disewain bapaknya sinta. hahahaha. Kan lumayan gratis :D

Naik truk itu tidak sekece yang saya bayangkan. Ternyata gini ya rasanya jadi sapi yang dinaikin truk tuh, suka terombang-ambing ga jelas perasaannya. Ehh salah, badannya. Soalnya ga ada pegangan dan panasnya ituloh, nyelekit banget mirip omongannya drg. Desi. Ahahaha. Tapi kami tetap semangat dan ceria! Dan MENGHITAM. MELEGAM. ME ... MATIKAAAAN --,




naek truk ini tidak sedamai kelihatannya --"
Nyampe pelabuhan tuh, engga langsung naek kapal menuju ke Nusa Barong ternyata. Si kapal yang besar ini ga bisa menepi karena ombaknya terlalu kecil. Dan dengan sabar kami menunggu. Nunggu sambil nganggur bete juga, akhirnya muter-muterlah kita beli ikan buat bebakaran ikan di tengah pulau nanti. Bergaya ala imigran yang terdampar gitu dah. Dan alhamdulilah dapet ikan putihan, ikan mata belok, sama ikan tongkol. Terus akhirnya perahu bisa menepi juga!! HORE. Tapi kok saya lihat-lihat nampaknya agak susah ini naek ke atas kapal. Kapalnya kan tinggi gitu. dengan kekuatan bulan dan beberapa uluran lengan saudara kita yang mau memberikan sumbangan, saya akhirnya berhasil naik dengan selamat sentausa! Dan jadilah kami berlayar, yeaaaah!! 







Awalnya hidup saya damai-damai aja gitu waktu awal naik kapal. Tapi waktu ombak sudah mulai meliar, saya hanya bisa diam. Diam sediam-diamnya manusia diam. Dan saya tidak perlu minuman beralkohol buat mabok, saya cukup pake ombak yang bikin saya pontang-panting ga jelas. Banyak sih yang mual, tapi cuman saya yang berhasil vomit! untung pas lagi asik muntah, ada yang ngegandolin kaki saya, kalo engga, saya udah kecebur aja dan bersaudara dengan ikan dugong -_-"



muke muke bangke !! abis mabok --"
setelah mabok, nyawa saya kembali lagi! horeeeeeeeee, mata saya dan teman-teman dimanjakan sama pemandangan yang edan-edanan deh bagusnya! saya jadi berasa jadi orang madura, agak galau membedakan warna air lautnya. kadang kelihatan hijau, tapi kadang kelihatan biru. cuaca yang cerah juga bikin kita semangat banget menikmati perjalanan menuju nusa barong. 






semacam penjaga pulau ini aja dandanannya ipin ini -_-"
kece ngga tuh pulau - pulau kecilnya ?! 
satu jam kemudian kami tiba dengan selamat bahagia sejahtera namun agak gundah gulana karena perahu besarnya ga bisa terlalu menepi. dan ini bikin dilema. masak iya belum apa-apa udah basah. dan lelaki-lelaki peranakan bulus dengan santai terjun dari atas kapal ke laut untuk menyelalatkan cewe-cewe yang agak "menel" ini. 


pepi the explorer :)

maschan ama mas david yang ngenalin kita ke nelayannya


dan kita langsung menggila di pantai. lepaskan segala norma. aeeer, aeeeer, dan aer!! semacam peribahasa lupa daratan ingat lautan. walaupun kita tau ga ada air tawar, tetep aja gitu kita maen air tiada henti. ini pulau milik kami, jangan ada yang berani mendekati! yeeeaaaaaah! :D








nama : farizan zata
hobi : ngecilin perut pas difoto biar disangkain kurus 
ada gitu orang pada ganti malah di foto ?! ini pasti kerjaan atta -_-"
selalu ada yang seru saat kami sedang pergi bersama semacam ini. foto ini nih seru --,
tanpa mempedulikan resiko tidak bisa bilas karena gadak air tawar, kami tetap menggila dengan air di lautan. walau lengket badan akan membayangi hari-hari kedepan, tidak menyurutkan niat kami bermain aer. malah maschan tuh gaya banget, bawa snorkel!

dan malam yang mengantarkan kami ke kegiatan yang jauh lebih seru! abisnya menunaikan solat magrib dan isya', anak-anak pada ngumpul gitu. nyanyi-nyanyi dengan gitaris yang tak pernah berganti posisinya, atta! banyaaaaaak banget lagu yang kita nyanyiin bareng-bareng gitu. tapi yang seru tuh waktu nyanyiin lagu soundtracknya kartun jaman kita masih netek. ada dragonball, chibi maruko chan, shinchan, conan, daaaan masih banyak yang lainnya. :)

abis nyanyik-nyanyik lucuk, kita pada kelaperan. akhirnya kita memutuskan buat masak ikan bakaaaar! hore. makaaaaan!! dengan perjuangan yang edan deh bakar ikan ini. karena ga ada sumber mata air tawar, kita bilas ikan yang udah dibetetin tuh di laut. jadi semacam mempertaruhkan ikan ini buat balik ke laut lagi kalo ombak yang dateng cukup besar. jadi heboh-heboh sendiri. dan karena ga ada cepitan buat bakar-bakar tuh, akhirnya kita pake batang bambu buat nusuk ikannya. jujur, ini pertama kali saya masak ikan bakar kaya gini. biasanya cuman liat di tipi-tipi. itupun kalo ada adegan artisnya nyasar di hutan dan yang ditusuk bukan ikan, tapi babi. bakar-bakar sambil seseruan bareng itu mahal harganya jendraaal! :D







semua cewenya pada tidur di tenda, dan hanya saya aja yang tidur diluar bareng ama anak-anak cowo. abisnya diluar seru! bintangnya kece banget ;) dan emang seru aja sih. bahahahak.

paginya, bangun-bangun saya kebelet pup. dan jam 6 memang jam biologis saya buat pup. adeeeeeeh, namanya di pulau begini, mana ada toilet. dan saya dilema banget mau pup dimana. dan atas saran bob, saya memutuskan untuk pup di laut. jadi semacam menenggelamkan pantat dalam posisi berjongkok. bisa dibayangkan, saya aja ngakak ngebayanginnya. bahahahak. dan disaat asik-asik jongkok berkonsentrasi pup, ombak besar datang menghempas saya! dan saya?! wassalam! baju basah semua, pup ga bisa, APES! udahlah, ditahan aja. sayang juga dibuang pupnya, kan semalem makan ikan bakar -_-" 
sie dokumentasi ama sie gonjrang-gonjreng :p
sekalipun kemaren udah berendam seharian, tetep aja berenang lagi!
bening banget kan airnyaa :)

mana celananya attaaaa x_x
sebagai kaum hawa yang bepergian bersama kaum adam, kami ditakdirkan untuk selalu memasak, memasak, dan memasak! okek sip! menu hari itu adalah sosis, tempe, ama mie goreng. bihihihik. abisnya makan, jam 9an kita peking deh. rerapian. sedih rasanyaaa :(( :(( 






nah karena ombak lagi pasang-pasangnya, kita jadi agak susah menjangkau kapal gegara kapalnya maju mundur gajelas kena ombak. akhirnya bapak nelayan nya mengeluarkan benda kecil ajaib yang saya sebut dengan sampan tampan. semua barang barang bisa dinaikin ke sampan terus nanti diambil gitu. jadi istilahnya dioper gitu. orang aja bisa loh diangkut pake sampan tampan ini. nah yang bertugas narikin sampan ini adalah maschan dan atta. sungguh lelaki mereka ini. bahahahak.




yang narik sampan tampan mulai kisruh

 ini yang paling kisruh! kocak banget!!
awalnya sampan tampan tampak damai. dan kemudian ...

sampan tampan kebalik gegara atta ama maschan iseng mauk ikut naek sampan.
si alex celana udah dilingkis semacam sempak tapi malah basah kuyup. hahahahahaha.

dan akhirnya kami harus pulang meninggalkan pulau ini :")
ada sejuta kisah seru sebenernya yang ga sempet diceritain disini. yang jelas, nusa barong itu indah jendraaal! apalagi sama orang-orang kece yang seru dan ga ada yang resek, liburan rasanya bener-bener liburan!! :D 



jangan kapok untuk kami jamah ya NUSA BARONG :)