Tanggal 22 April 2014, pukul 08.30 saya menghadapi ujian komprehensif dokter gigi. Ujian yang benar-benar membuat saya menjadi orang paling pesimis di dunia. Karena ujian ini kita diuji oleh 4 dosen penguji. Dan rejeki saya mendapatkan penguji yang sedikit susah untuk ditakhlukan. Hehe. Lagi daaaan lagi saya bertemu Profesor super killer dipadu dengan Dokter SK. Dua dosen penguji lainnya adalah surga dunia, namun perbandingan 50:50 ini yang membuat saya merasa "ga mungkin" sekali. Ditambah saya yang ga pinter-pinter amat. Makin jadilah ujian komprehensif menjadi momok tersendiri buat saya.
Sesuai dengan prediksi saya, saya tidak lulus. Pengumuman keluar tgl 28 April 2014.
Saya yang sudah menyiapkan mental tidak lulus, tetep aja masih sedikit berurai air mata. Namun semua ini sudah keputusan Tuhan, Allah. Saya harus berjuang lagi dengan segala kekuatan yang tersisa (entah sisa seberapa lagi ini) haha. Mungkin saya bakal minjem kekuatannya Sita, dia kan aktif kaya bola bekel jadi kekuatannya banyaaaak. Hehe.
Saya benar benar bersyukur memiliki orang orang yang sangat mendukung saya. Mami, papi, dan sahabat sahabat yang super duper special. Rasa syukur saya berlipat lipat kepada Allah untuk hal ini. Tanpa mereka sepertinya saya sudah menyiapkan racun serangga dan sejenisnya untuk mengakhiri hidup saya. Haha. Atau mungkin Porstex kaya tersangka kejahatan sodomi JIS. Muahahaha. Astagfirullaaaah, jangan sampe deh yaa!
Untuk ujian komprehensif kedua, saya harus bisa berjuang lebih keras lagi! Saya harus lebih ikhlas lagi. Dan yang jelas, harus selalu berkhusnuzon ke Allah. Jangan pernah berprasangka buruk ke Allah, karena Allah itu sesuai dengan prasangka hambanya :) (wejangan dari mbak vira nih).
Ini bukan kegagalan pertama yang saya alami. Banyak hal hal berat yang sudah saya rasakan dan saya lalui. Dan bisa ternyata :") Bismillah .. GAGAL ?! Sudah biasa! Dan gaa akan terjadi lagi ! Amiiin :)