Wednesday, 6 May 2015

KOTA BANGUN

Disinilah saya sekarang berada, Kota Bangun atau yang akrab saya sebut KOBA. Kota Bangun merupakan salh satu kecamatan di kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Saya mengabdikan diri di RSUD Dayaku Raja sudah 6 bulan. Saya tidak sendiri berada di tanah rantau yang begitu jauhnya dari rumah. Saya ditemani oleh Rosita, temam sejawat saya.

Bukan hal kebetulan saya berada di Koba. Ini memang keputusan saya pribadi. Banyak hal yang saya kompromikan dengan hati dan otak untuk beranjak dari Jawa dan memantapkan pilihan berada disini. Ini penentuan masa depan saya, saya sedang tidak bercanda untuk urusan ini.

Hal yang begitu kuat mendorong saya pergi kesini adalah .. ahh maaf tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Saya malu jika harus mengingatnya, namun dukungan mami dan papi begitu menguatkan saya. Alhamdulillah, berkat ridho orang tua yang saya kantungi sekarang saya ditempatkan di lingkungan yang cukup menyenangkan walaupun tidak sesuai dengan angan.

Rasa syukur saya begitu meluap-luap. Kebahagiaan begitu banyak walau dalam kondiai penuh dengan keterbatasan disini. Banyak hal baru yang saya pelajari dan rasakan. Begitu berkesannya Koba walau saya sering merutuki kondisi yang jauh berbeda dengan di Jawa. Maklum ya, namanya juga manusia. 

Nanti lah saya ceritakan detailnya Kota Bangun dan segala isinya yang membuat saya cukup bersyukur berada disini.

Addios!

Saturday, 1 November 2014

Dokter Gigi (akhirnya)

Alhamdulillah. 
Akhirnya. 
Irma. 
Yunita. 
Jadi. 
Dokter Gigi
.
Maaf ya, bukannya mau pamer atau sok-sokan gitu. Ini merupakan dampak saking girangnya saya setelah melihat pengumuman hasil Ujian Kompetensi Dokter Gigi Indonesia (UKDGI) di website Kolegium Kedokteran Indonesia (KKI). Pengumuman ditengah-tengah waktu saya jaga poli gigi yang menyatakan bahwa “drg. Irma Yunita telah KOMPETEN”. Alhamdulillah. Sepanjang perjalanan pulang kerja saya bernyanyi dengan girangnya. Lagu wouldn’t it be nice-nya beach boys mengiringi kebahagiaan saya malam itu. ini adalah salah satu moment terindah dalam hidup saya. ini cita-cita saya. untuk mencapai hal ini saya akui tidak mudah. Saya menghabiskan waktu selama 6 tahun lamanya. Dan akhirnya gelar dokter gigi bisa saya sandang. Alhamdulillah.

6 Tahun yang lalu, entah tepatnya tanggal berapa di bulan Agustus 2008 saya terdaftar sebagai mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Jember. Pertama kalinya saya hidup terpisah dengan orang tua dan berperan sebagai mahasiswa baru yang baru merasakan pedihnya hidup nge-kos. Banyak cerita lucu jaman MABA terutama ketika menjalani Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2 MABA) atau yang lebih akrab kita sebut dengan OSPEK.




Saat menjadi peserta PK2 MABA yang kala itu dinamai “OCCLUSAL” rasanya selalu ingin menggerutu dengan tugas-tugas yang diberikan kakak-kakak pendamping. Setiap berangkat OCCLUSAL bawaannya bukan roti sekeranjang, tapi deg-degan segunung. Kami dikenalkan dengan berbagai istilah medis yang berhubungan dengan kedokteran gigi yang sangat asing di telinga kami. secara naluriah hal yang asing akan susah diterima oleh ingatan kita dan hal inilah yang dimanfaatkan oleh kakak-kakak pendamping. Setiap pagi sebelum memulai  OCCLUSAL akan ada password yang harus kita hafalkan dan itu sangat menyiksa (ex: meatus acuticus externus). BHAY! Sudah dapat dipastikan kalo akan terjadi 1675 kesalahan penyebutan password tersebut.





Kehidupan setelah PK2 MABA dimulai setelah 9 atau 10 kali pertemuan OCCLUSAL kami rampungkan. Ternyata apa yang dilakukan kakak pendamping OCCLUSAL tidak hanya untuk menyiksa kami semata. Kerasnya kehidupan kampus sudah pernah dikenalkan kepada saya saat menjalani OCCLUSAL, jadi sudah ada kata “maklum” di dalam otak saat satu demi satu penyiksaan perkuliahan saya rasakan.



Kegiatan MABA FKG itu padat. Tidak hanya kuliah, tetapi ada tutorial alias diskusi bersama, preklinik, praktikum, tugas dan sebagainya. Belum lagi diakhir masa perkuliahan kami harus menyusun skripsi yang berbarengan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dua kegiatan yang sangat bersebrangan, KKN yang sangat menyenangkan karena diisi dengan haha hihi tak jelas arah dan skripsi yang memeras otak dan hati. Dengan semangat yang semakin memudar, saya berusaha menyelesaikan skripsi saya. demi wisuda tepat waktu!





Pada tanggal 17 Maret 2012 Alhamdulillah saya bisa wisuda. Tepat 3.5 tahun pendidikan, gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.Kg) tersemat dibelakang nama saya. perjuangan panjang berliku akhirnya berbuah manis.




WELCOME TO THE JUNGLE, ya Dek” ucap kakak-kakak yang menyalami saya saat wisuda. Setelah wisuda, tahapan yang harus saya jalani untuk mendapat gelar dokter gigi adalah Profesi Dokter Gigi atau yang lebih merakyat dengan sebutan “Klinik”. Nah siksaan akan lebih nyata saat kita menempuh jenjang profesi ini. namun pernyatan “welcome to the jungle” bukan isapan jempol belaka. Klinik memang benar-benar hutan belantara super liar yang harus ditakhlukan! Kita berperan sebagai monyet yang baru di release di hutan setelah direhabilitasi. Dan dosen-dosen pembimbing adalah hewan buas pemangsa. Ahaahaha, analogi yang berlebihan tetapi hampir sesuai kenyataan.




Stase-stase yang harus kami lalui ada 10 stase. (1). Periodonsia; (2). Oral Medicine; (3). Bedah Mulut; (4). Prostodonsia; (5). Konservasi; (6). Ortodonsia; (7). Pedodonsia; (8). Public Health; (9). Ilmu Kesehatan Klinis; (10). Integrasi. Setiap stase memiliki requirement yang sudah siap menjegal langkah saya untuk lulus cepat. Dalam proses saya menempuh profesi saya mengalami kegagalan menakhlukan keganasan klinik Bedah Mulut, Konservasi dan Pedodonsia. Telak sekali FKG merenggut masa muda saya yang seharusnya saya isi dengan goler-goler di pinggir pantai. Haha.





Saya menempuh seluruh stase tersebut 2 tahun (yang seharusnya 1.5 tahun) dengan perjuangan yang setengah hidup. Sesungguhnya kehidupan Klinik memang begitu kejam. Penderitaan saya masih belum berakhir, Bung! Saya masih dinanti oleh Ujian Komprehensif atau kalau jaman dulu dibilangnya Ujian Profesi (UP) yang merupakan ujian pamungkas yang bersifat lokal. Ujian Kompre ini adalah ujian yang benar-benar membuat saya down karena saya harus mengulang sebanyak 3 kali untuk bisa melaluinya. Untungnya saya selalu didampingi oleh sahabat-sahabat saya untuk melalui ujian yang sungguh AS*HOLE ini.

Ujian Komprehensif yang pedih akhirnya sudah berlalu dan ada satu ujian pamungkas lagi yang bersifat Nasional, yaitu Ujian Kompetensi Dokter Gigi Indonesia (UKDGI) yang dilaksanakan tanggal 15 Agustus 2014. Ini ujian yang benar-benar mengerikan karena ini diawasi dari pusat menggunakan CCTV yang berada di seluruh penjuru negeri. UKDGI terdiri dari OSCE (Objective Structure Clinical Examination) dan CBT (Computer Based Training). Istilah gampangnya satu ujian tulis dan satunya ujian lisan. Ah sungguh ujian ini bikin saya stress bingit.

Akhirnya SUMPAH DOKTER GIGI! Saya kloter terakhir mahasiswa profesi dokter gigi yang boleh mengikuti penyumpahan walaupun belum melaksanakan UKDGI. Setelah saya, peraturannya berubah. Penyumpahan hanya boleh diikuti mahasiswa profesi dokter gigi yang sudah dinyatakan LULUS UKDGI. Bersyukur deh saya masih ikut peraturan lama karena peraturan baru tersebut menambah lama masa studi. Semoga peserta penyumpahan setelah saya dibesarkan pantatnya dan dilapangkan hatinya untuk mengikuti peraturan pemerintah yang baru. Aamiin.

Sumpah Dokter Gigi ke-72 rencananya akan diselenggarakan 15 Juli 2014 dimana akan dilaksanakan ketika kami menjalankan ibadah puasa ramadhan. Jadi agak ribet ngurusin konsumsi yang sekiranya kaga bas kalo dimakan sore. Peserta penyumpahan kali ini bener-bener irit, hanya 14 orang saja. Ternyata acara penyumpahan ini tidak se-simple  yang saya perkirakan. Kami harus menyiapkan segala-galanya sendiri mulai dekor, vandel, buku kenangan, cinderamata, kostum untuk pre sumpah, konsumsi beserta tetek bengeknya. Untung ya peserta penyumpahan 72 ini kompaknya ga ketulungan. Kapten dari penyelenggaraan sumpah ini adalah Mas Erwin. Kami menikmati segala keribetan yang tercipta sebelum sumpah digelar, termasuk foto pre sumpah yang sangat menyita tenaga. Ternyata menjadi model itu tidaklah mudah! CAPEK!!






15 Juli 2014 saya rela bangun jam 3 pagi demi tampil “tidak biasa” di acara penyumpahan. Saya memilih penata rias yang mendandani Rosita kala dia sumpah lalu. Yongki Wardhana namanya. Galerinya cukup jauh namun saya rela menembus subuh bersama Wakjo. Eh bersama Rosita juga yang saya mintai tolong untuk mengabadikan momen dandan-mendandani ini. haha. Dan ternyata hasilnyaaaa ...




Setelah dandan cantik dan unyu, kami bergegas menuju tempat penyumpahan. Alhamdulillah belum terlambat dan kami sempat berfoto-foto terlebih dahulu hingga puas. Hehe. Pukul 09.00 tepat acara penyumpahan dimulai. Buset deh, belum apa-apa saya udah terharu aja, waktu jalan menuju bu dekan untuk bersalaman. Merinding rasanya. Akhirnya saya bisa memberi mami dan papi gelar di depan nama saya.






Histeria sumpah dokter segera pupus, tergantikan dengan kepanikan UKDGI yang mendekat. Belajar mengerjakan soal-soal tahun lalu saja sibuk diisi dengan membuka buku dan googling, gini mau UKDGI. BHAY! Untungnya pihak fakultas mengadakan Try Out UKDGI. Baru TO aja udah ndredeg ga karuan. Udah pada suntuk semua wajahnya. Seminggu setelah TO, UKDGI yang sesungguhnya menyapa kami. peserta UKDGI kali ini berjumlah 43. Saking banyaknya peserta UKDGI, waktu yang dibutuhkan semakin baaanyaaak (untuk OSCE). Kami start pukul 07.00 dan baru boleh diijinkan meninggalkan ruang ujian menjelang magrib. Segala bau ketek dan keringat mengumpul jadi 1 tak jelas arah. Haha.

Pengumuman hasil Ujian dapat kami terima sekitar 2 minggu setelah ujian. Bisa di cek secara online karena ujiannya dilaksanakan serentak seluruh Indonesia kan. Dan setelah mengisi 2 minggu saya dengan merayu Tuhan agar meluluskan saya, akhirnya saya dinyatakan lulus. KOMPETEN!!! Yeay!!! FKG UNEJ angka kelulusannya 90% lebih untuk CBT, dan 100% untuk OSCE. ALHAMDULILLAH :)


Saturday, 25 October 2014

Dear, Papi Fadhilah Rizal

Dear, Papi.

Papi aku mau ngajakin papi ngobrol nih. Sedikit mengingat masa lalu boleh dong pi. Plis papi ga boleh ngatain aku susah move on yaa!! :p Papi apa kabar sih sekarang? Jauh lebih baik dari kondisi saat kita terakhir kali bertemu ya Pi? :) kita terakhir ketemu sekitaran bulan juli ya pi, yang aku berame-rame dateng ke rumahnya papi semacam penggerebekan! Haha.


Papi, aku bersyukur pernah dekat dengan papi. Aku bersyukur pernah bertukar pikiran dengan papi. Dan yang sangat aku syukuri lagi adalah karena Allah memberi aku kesempatan untuk mengenal Papi. Dikala kita OSPEK, yang kita sangat asing dan tidak saling mengenal, Allah mempersatukan kita dalam 1 team. Dulu kita pernah dalam satu ikatan rafia saat ada permainan ditengah tegangnya OSPEK. Aku dan Papi yang masih sangat sangat sangat LUGU dan LEMU. Sekarang mah Papi agak langsingan, lha aku?! PANCET T.T





Papi dan aku sama-sama dari Malang, tapi Papi ga pernah dolen ke rumahku blas. Padahal lo yo gak adoh pi. Kapan-kapan dolen lah pi, gapapa masio aku ga ada di rumah. Iku ono kucing-kucingku. Papi kan sayang kucing dan tampaknya kucing-kucingku akan menyayangimu balik. Haha. Papi sek inget gak pas awakdewe pulang bareng dari Jember ke Malang naik bus eh ternyata bus nya mogok? Ndek pasar bayeman iku lo pi. Dan akhirnya kita dipindahkan naik bus lain yang kondisinya jauh lebih mengenaskan. Untungnya kita orang yang sabar yo pi #eluselusdada #dadanesupirbus



Aku sama Papi ikut UKM yang sama, LISMA. Di LISMA ini aku jadi tau kalo ternyata suaranya papi iku wenak soro. Papi jadi vokalis “Press Begel & The Kuvet” bersama Yulia. Suaranya papi haaluus kaya jalanan tol tapi kalo nyanyi suka lupa lirik haha. Gapapa pi, sing penting gaya. Nah acara rutinnya LISMA ini ngadain DIKLAT. Ini ada beberapa foto lama waktu DIKLAT LISMA di Durjo tahun 2011 lalu Pi.







Selain aktif di organisasi, ternyata papi iki pinter juga. Udah pinter, skliinya apik. Tidak ada satupun orang seantero FKG UJ yang meragukan otak dan skill papi. Bahkan dosenpun tidak segan meminta bantuan papi. Entah otak itu diberi multivitamin apa sehingga mampu menyimpan begitu banyak ilmu yang terekam begitu baiknya dan entah tangan itu terbuat dari apa sehingga segala pekerjaan akan terselesaikan dengan level yang menakjubkan. Papi pantas untuk dipuji hal ini. tangan dan otak terbaik! Sayangnya aku belum sempet nanya papi itu pake multivitamin apa biar pintar begitu. Setidaknya untuk anakku, kalo memang untukku sudah cukup terlambat. Hehe. Bergelar mahasiswa profesi ber-skill paling kece, papi jadi sering dimintain tolong sama temen temen jadi ass-op ya pi. Sampe bosen-bosen minta nilai ass-op dulu. Hahahaa. Termasuk aku yang meminta papi jadi ass-op ku. Terima kasih papi, tanpa papi, apa jadinya aku di ruang operasi klinik bedah mulut.



Momen lain yang ngebarengin kita itu ada lagi Pi, pas baksos anak 2012. Itu baksos terkoplak yang pernah aku jalani karena operatornya didominasi angkatan 2008 yang notabene sahabat-sahabatnya aku dan semuanya menyenangkan! Papi juga seneng kan?! :)





Eh Pi, kan Papi selama ini sering aku jadiin rebutan tuh sama Sakaw dan Bosgeng. Sebenernya Papi milih siapa sih? Milih aku dong pasti kan kecantikan cetar membahenol pi. Haha. Engga-engga pi, becanda. Tapi gapapa banget kok kalo papi mau milih aku, aku siap #sepurane #akusekngototpi hahaha

Alhamdulillah Papi bisa sumpah dokter gigi tepat waktu ya pi. Seingatku sih Januari 2014, dimana saat Papi sumpah masih baru seorang dari angkatan kita yang bisa sumpah. Betapa anda hebat sekali. Udah gitu papi masih terpilih jadi mahasiswa berprestasi. Sungguh papi ini kemaruk sekali. Semua kebaikan dipek dewe. Aku diingahi titik ngono lo piii. Hihi



Papi.
Sekalipun sekarang Papi sudah tidak bersama kami, Papi akan selalu menyediakan ruang di hati kami untuk Papi. Sahabat yang kami gadang-gadang menjadi salah satu orang besar kelak dengan kemampuannya yang luar biasa. Sahabat terbaik yang kami kenal. Tidak ada kata sesal sedikitpun mengenal Papi. kami akan selalu merindukan Papi. Selamat beristirahat. Surga Allah untukmu, Pi. Aamiin.




Friday, 17 October 2014

Selamat Jalan Papi

Innalilahi wainailaihi rojiun.



Telah berpulang ke rahmatullah sahabat tercinta FADHILAH RIZAL NUGRAHA yang akrab kita sapa dengan panggilan “PAPI” pada tanggal 14 Oktober 2014, pukul 07.30 WIB di RS Kanker Dharmais Jakarta.


Selamat jalan sahabatku tercinta. Semoga amal ibadah Papi diterima Allah dan mendapat tempat terindah di sisi Allah. Kami akan selalu merindukanmu, the best hand!



Sunday, 13 July 2014

Pemotretan Pre Sumpah Dokter Gigi (bukan Pre Wedding)


Tanggal 15 juli 2014 nanti, kami yang terdiri dari 14 orang yang sangat beruntung akan menjalani prosesi Sumpah Dokter Gigi. Tradisi dari tahun ke tahun adalah dilakukan pemotretan sebelum sumpah yang bertujuan untuk mengisi buku kenangan. Pemotretan pre-sumpah ini biasa dilakukan di RSGM Universitas Jember untuk mengabadikan momen bahwa kami dilahirkan menjadi dokter gigi dari tempat ini.

Kami mempersiapkan dengan cukup matang untuk acara pemotretan pre-sumpah ini. kami mempersiapkan kostum yang senada. Warna yang kami pilih adalah biru. Tanpa alasan. Haha. Untuk fotografer kami meminta bantuan salah satu wartawan dari radar jember, yaitu Mas Wawan. Mas Wawan memiliki kepribadian yang mudah akrab sehingga kami merasa nyaman selama proses pemotretan. Dan hasilnya ..













  

sampai berjumpa di SUMPAH DOKTER 72 !